Ruben Orang yang tertarik dengan dunia tulis menulis ;)

Tarian Kalimantan Timur

Tari Burung Enggang Kalimantan Timur

Tarian Kalimantan Timur – Hai semuanya. Pulau Kalimantan memang terkenal dengan kebudayaan dan adat istiadat yang beragam.

Selain itu juga terdapat berbagai suku besar yang mendiami pulau tersebut, seperti suku Dayak, suku Kutai dan suku Banjar.

Nah pada kesempatan kali ini neproners akan membahas kebudayaan yang ada di pulau kalimantan tepatnya di provinsi Kalimantan Timur

Dari sekian banyak kebudayaan yang ada kita hanya akan membahas mengenai tarian, hal ini karena tarian merupakan sesuatu yang unik seperti gerakan, busana dan juga makna yang terkandung.

Lantas apa sajakah tarian yang ada di Kalimantan Timur ?

Berikut penjelasannya, kuy disimak dengan seksama.

Tarian Adat Hudoq

Tarian Adat Hudoq Kalimantan Timur

Salah satu tarian adat Kalimantan Timur ialah tari Hudoq. Tari ini menggunakan topeng sebagai properti tarinya.

Topeng tersebut merupakan perwujudan dari dewa, hewan, dan leluhur atau nenek moyang yang biasa akan ditampilkan dalam pembukaan lahan untuk bernai dan saat musim tanam padi di sawah.

Menurut kepercayaan suku Dayak, tarian daerah Kalimantan Timur yang satu ini merupakan tradisi untuk meminta kepada Tuhan agar bisa mendapatkan hasil panen yang melimpah kelak.

Hudoq sendiri merupakan bahasa daerah yang mempunyai arti menjelma. Maksud dari kata tersebut sendiri teraplikasikan dalam topenga yang digunakan oleh para penarinya.

Untuk topeng yang perwujudan dari hewan sendiri yaitu hewan-hewan perusak tanaman atau hama seperti tikus, monyet, gagak, babi, dan lain sebagainya.

Selain dari hewan perusak juga terdapat hewan pelindung yang bertugas untuk menjaga tanaman yaitu burung elang, burung tersebut juga sebagai pelindung masyarakat Dayak.

Tari Burung Enggang

Tari Burung Enggang Kalimantan Timur

Tarian adat Kalimantan Timur berikutnya ialah tari Burung Enggang yang menceritakan mengenai kehidupan dari burung Enggang.

Burung ini merupakan burung yang sangat terkenal di provinsi Kalimantan Timur, khususnya untuk kalangan Suku Dayak Kenyah. Dalam bahasa Dayak Kenyah tarian ini disebut dengan tari Kancet Lasan yang biasa dibawakan oleh para wanita.

Menurut kepercayaan setempat, nenek moyang suku dayak berasal dari langit kemudian turun ke daratan atau bumi dengan bentuk seperti burung enggang.

Tarian ini sendiri sebagai bentuk penghormatan masyarakat kepada para leluhur.

Burung enggang juga merupakan burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah. Selain itu, bulu dari burung ini juga sering digunakan untuk keperluan upacara adat dan tarian seperti tari Burung Enggang yang kita bahas ini.

Tari Tradisional Ganjur

Tari Tradisional kalimantan timur Ganjur
sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id

Tari tradisional Kalimantan Timur selanjutnya adalah tari Ganjur yang berasal dari Kutai Kartanegara. Tarian ini cukup populer dan sering ditampilkan dalam festival kebudayaan yang ada di Kalimantan Utara.

Selai iut tarian ini juga merupakan tarian utama dalam rangkaian Festival Erau, tari Ganjur akan ditampilkan setiap malam pada acara tersebut sebagai ritual bepelas.

Selain itu, tari ini juga digunakan dalam penobatan Sultan Kutai yang baru, sambutan untuk para tamu undangan, dan beberapa tradisi Kalimantan lainnya.

Tarian daerah Kalimantan Timur ini biasanya dibawakan oleh penari laki-laki dan perempuan dari kalangan Keraton Kutai. Ganjur sendiri merupakan properti tari yang digunakan pada tari ini berupa gada kayu yang berlapis kain.

Ganjur dalam tarian khas Kalimantan Timur ini biasanya akan digunakan oleh dua penari laki-laki secara berpasangan dan layaknya seperti saling serang, sedangkan untuk penari wanita membawa properti tari berupa kipas.

Tarian Kalimantan Timur Gantar

Tarian Kalimantan Timur Gantar
sumber : negerikuindonesia.com

Tari Kalimantan Timur selanjutnya ialah tari Gantar yang merupakan jenis tari pergaulan antara para pemuda dan pemudi suku Dayak Tanjung dan Dayak Benuaq.

Tarian tersebut menggunakan properti tari berupa tongkat dan juga bambu pendek, dalam tarian tersebut terlihat ekspresi gembira para penari dan wajah ramah para masyarakat suku Dayak.

Tarian daerah Kalimantan Timur ini juga berfungsi sebagai tarian penyambutan tamu atau wisatawan yang hadir dalam acara tersebut.

Tari Gantar sendiri terbagi menjadi tiga jenis yang mempunyai ciri khasnya sendiri, yaitu:

Tari Gantar Rayat

Tari gentar ini menggunakan tongkat panjang dan dihiasi tengkorak yang dibungkus dengan kain berwarna merah serta hiasan ibus.

Karena tarian ini biasanya dibawakan dalam pagelaran budaya, maka tengkorak jarang digunakan.

Tari Gantar Busai

Tari Gantar jenis ini biasanya menggunakan hiasan berupa sepotong bambu yang dibawa oleh penari sambil menari sesuai dengan irama musik.

Bambu tersebut akan diberi 12 gelang agar dapat berbunyi saat digerakan oleh penari.

Tari Gantar Senak dan Kusak

Tari Gantar ini menggunakan tongkat yang dipegang oleh para penari di tangan kiri, kusak sendiri ialah bambu yang dipegang di tangan kanan penari, bambu tersebut akan diberi biji-bijian agar dapat berbunyi saat digerakan.

Tari gentar biasanya dibawakan oleh para penari wanita yang lengkap dengan pakaian tradisional suku Dayak, pakaian berwarna hitam dengan corak hijau, kuning dan merah.

Selain itu para penari juga menggunakan aksesoris berupa gelang, kalung, dan ikat kepala.

Tarian Adat Gong

Tarian Adat Gong
sumber : kamerabudaya.com

Tari gong atau biasa disebut dengan tari Kancet Ledo adalah salah satu tarian daerah Kalimantan Timur yang biasa dibawakan oleh para gadis Dayak.

Sesuai dengan namanya tarian ini menggunakan gong sebagai properti tari untuk alat musik pengiringnya.

Para gadis akan menari dengan gerakan yang anggun di atas gong menggunakan pakaian adat khas suku dayak Kenyah yaitu baju dengan hiasan manik-manik cerah dan corak khas suku Dayak serat taah.

Taah akan dipakai dibagian pinggang, sementara kepala penari memakai lavung.

Lavung yaitu topi yang terbuat dari anyaman rotan yang dihiasi dengan motif yang sama dengan busana dan taah.

Untuk aksesoris tambahan para penari akan mengenakan kalung dari manik-manik yang terbuat dari gigi macan, saat menari tangan penari akan diselipi dengan bulu burung enggang.

Tarian tersebut lebih indah karena diiringi dengan musik yang berasal dari kecapi atau sapeq.

Tari Adat Kancet Papatai

Tari Adat Kancet Papatai
sumber : Sekolahnesia

Tari Papatai merupakan tari Dayak Kalimantan Timur yang menceritakan mengenai keberanian para pria Dayak ketika berperang melawan musuh.

Tak hanya menampilkan gerakan bela diri, para penari juga mampu menggabungkan dengan seni tari dan seni teatrikal.

Gerakan tari ini sangat lincah dan akrobatik, masyarakat dayak menyebut tari Papatai ini dengan sebutan tari Kancet Papatay.

Para penari akan terlihat saling menyerang, meskipun demikian karena telah dikombinasikan dengan gerakan tari membuat tarian ini sangat indah ketika dilihat.

Tari Datun Julud

tari datun julud kalimantan timur
sumber : tradisikita.my.id
Tarian daerah Kalimantan Timur selanjutnya yaitu tari Datun Julud yang berasal dari pedalaman Kutai, Bulunga, Berau dan kawasan persempadanan Kalimantan Timur dengan Serawak.

Tarian yang berasal dari masyarakat Kayan atau Kenyah ini biasanya dilakukan saat hari besar atau untuk penyambutan para wisatawan asing saat datang ke rumah panjang.

Tarian Kalimantan Timur yang satu ini merupakan tarian yang wajib dilakukan oleh suku Dayak Kenyah ketika melakukan upacara adat Mecaq Undat atau pesta panen raya.

Tari Tradisional Leleng

Tari Tradisional Leleng
sumber : budaya-indonesia.org

Tarian daerah Kalimantan Timur selanjutnya ialah tari Leleng yang berasal dari Kenyah. Kata Leleng sendiri berasal dari bahasa Kenyah yang mempunyai arti berputar-putar.

Tarian ini menceritakan tentang seorang gadis yatim atau biasa disebut dengan Utang Along yang bingung ketika ditinggal kekasih hatinya pergi.

Sesuai dengan namanya, gerakan para penari akan berputar-putar seperti gadis saat bimbang dan kebingungan.

Agar lebih semarak tarian ini juga diiringi dengan alat musk tradisional dan nyanyian leleng.

Tarian Adat Jepen

Tarian Adat Jepen Kalimantan Timur
sumber : backpackerjakarta.com

tarian khas Kalimantan Timur selanjutnya yaitu tari Jepen, tarian ini terinspirasi dari budaya islam dan Melayu.

Tari Jepen berkembang pesat didaerah pesisir sungai Mahakam, dengan gerakan penari yang energik, atraktif, dinamis, dan jugag bersahaja.

Mirip dengan tarian Melayu lainnya seperti tari Zapin atau tari Bedana, tarian ini juga dihiasi dengan pakaian dan tata rias minimalis yang identik dengan budaya Melayu.

Tari Jepen sendiri terdiri dari dua jenis yaitu:

  • Tari Jepen Eroh
  • Tari Jepen Genjoh Mahakam

Tari Topeng Kemindu

Tari Topeng Kemindu
sumber : metrum.co.id

Tari Topeng Kemindu atau biasa disebut dengan tari Topeng Kutai ini merupakan tarian khas Kalimantan Timur yang berasal dari daerah Kutai Kartanegara.

Tari ini bisa dikatakan sebagai tarian keraton hal ini karena tarian ini hanya dilakukan oleh orang yang mempunyai strata sosial tinggi seperti para remaja putri dari kalangan para bangsawan yang ada di Kesultanan Kutai.

Tetapi dengan berkembangnya zaman, tari topeng kemindu sekarang bisa dibawakan oleh orang dari luar kraton, hal ini agar dapat lebih terkenal dan sebagai bentuk pelestarian tradisi Keraton Kutai Kartanegara yang ada di Martadipura

Itulah sedikit penjelasan mengenai tarian adat yang ada di Kalimantan Timur, semoga kita dapat menjaga kebudayaan yang ada di Indonesia dengan baik agar dapat terus berkembang dan tidak dicuri oleh bangsa lain.

Jangan lupa untuk share artikel ini sebagai bentuk kecintaan kita terhadap kebudayaan yang ada di Indonesia.

Dan seperti biasa, terimakasih sudah singgah.

Tarian Kalimantan Timur

Ruben Orang yang tertarik dengan dunia tulis menulis ;)

One Reply to “Tarian Kalimantan Timur”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *