Ruben Orang yang tertarik dengan dunia tulis menulis ;)

Mengenal Asal dan Pola Lantai Tari Indang

tari indang

Halo teman semua, badan ini kita akan membahas Salah satu tarian tradisional yang bernama tari indang.

Tarian ini juga biasa disebut dengan dindin badinding, tarian yang berasal dari prosesi kegiatan belajar agama Islam di Surau pada zaman dahulu.

Tarian ini pada awalnya dibawakan oleh anak laki-laki, karena jaman dahulu hanya anak laki-laki saja yang bisa belajar di Surau sedangkan anak perempuan belajar mengaji di rumah.

Tarian ini sendiri berasal dari Sumatera Barat  yang terkenal dengan suku Minangkabau, kata Indang sendiri mempunyai beberapa Apa versi seperti kata Indang yang berasal dari Mak Indang dan juga kata Indang yang berasal dari kata benang yang mempunyai arti terang.

Asal Tari Indang

tari indang

Tari Indang berasal dari provinsi Sumatera Barat, tetapi sebagian Masyarakat khususnya padang-Pariaman berpendapat bahwa Tari Indang berasal dari ulama Islam Aceh yang kemudian dibawa ke daerah Pariaman.

Hal ini dapat dilihat dari gerakan tari indang yang mirip dengan tari saman dari Aceh, Namun karena mengalami akulturasi budaya dengan budaya Minangkabau jadilah Tari Indang.

Tari Indang pada zaman dahulu juga digunakan sebagai sarana dakwah atau penyebaran agama Islam di tanah Padang, tetapi dengan Seiring berjalannya waktu itu cara ini kurang diminati dan masyarakat lebih minat ceramah.

Sejarah tari indang

Menurut pendapat dari salah pemuka adat Nagari Sicincin,  Padang Pariaman yaitu Datuk Rajo Dihulu, tari indang pertama kali ditampilkan di surau Syekh Burhanuddin di Nagari Ulakan.

Yang kemudian mengalami modifikasi oleh khalifah tari Indang pertama yaitu Dalin Naaman.

Dahulu tari indang dibawakan oleh para anak laki-laki yang berusia sekitar 7 hingga 15 tahun. Mereka biasanya akan menginap di surau atau tempat ibadah untuk belajar ilmu agama dan juga mengaji sekalian diajari tari indang.

Seiring dengan berkembangnya zaman tarian ini pun dikembangkan oleh para khalifah-khalifah tari lainnya hingga ke daerah Pariaman, penyebaran tari indang semakin cepat hingga ke daerah-daerah lain seperti Solok.

Di solok sendiri gerakan tari indang disesuaikan dengan kebutuhan dan adat masyarakat setempat sehingga berkembang lagi menjadi indang solok.

Gerakan dalam tari indang

tari indang sumatera barat

Pada awal dibuatnya tari indang, gerakan dalam tarian ini mempunyai fungsi penyampaian ajaran-ajaran agama Islam seperti pujian kepada Allah dan juga Rasulnya.

Dahulu tarian ini dibawakan pada malam-malam hari yang diyakini akan turunnya roh-roh yang telah berjasa dalam perkembangan agama islam.

Gerakan dalam tari indang sendiri dilakukan dua kelompok dengan cara menggerakkan tangan, menepuk tangan, dan men jentikan jari-jari mereka sesuai dengan pola lantai.

Gerakan-gerakan tersebut bukanlah gerakan asal gerak, melainkan perlambangan dari pujian kepada Allah, Rasul dan juga para pejuang agama Islam pada zaman dahulu.

Properti tari indang

Adapun properti tari Indang yaitu sebuah rebana kecil, namun seiring dengan perkembangan zaman para penari sekarang ini hanya menggunakan tangan kosong untuk menghasilkan suara yang mereka inginkan.

Bagaimana Bentuk Tari Indang ?

Salah satu bentuk dari tari Indang yaitu tari Indang Mangur yang merupakan tari tradisional dari masyarakat Nagari Batu Kalang yang hingga kini masih dilestarikan.

Bentuk penyajian tari indang yang satu ini sendiri dibawakan oleh 11 orang penari dengan dibagi menjadi dua yaitu indang Naiak dan juga indang Lambuang.

Tari tersebut juga merupakan penggambaran dari bentuk syiar agama Islam, dengan nama gerak tari sebagai berikut, sambah, alihan lagu, golong-golong dan alihan kanan.

Tari yang digunakan sebagai hiburan ini juga menggunakan properti tari berupa rebana kecil yaitu rapai.

Adapun pola lantai tari indang yaitu garis horizontal yang membentuk shaf dan biasa dipentaskan di panggung terbuka.

Demikian penjelasan mengenai tari Indang asal Sumatera Barat, semoga penjelasan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Ruben Orang yang tertarik dengan dunia tulis menulis ;)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *