Ruben Orang yang tertarik dengan dunia tulis menulis ;)

Tari Gending Sriwijaya – Tarian Adat Asal Sumatera Selatan

tari gending sriwijaya

Mau tanya dong apakah di antara kalian ada yang berasal dari daerah Sumatera Selatan.

Jika ada apakah kalian tahu tentang tari Gending Sriwijaya, pasti tau kan, karena tarian ini merupakan tari paling populer di daerah tersebut.

Tari gending merupakan tarian yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk menyambut kedatangan tamu.

Tetapi untuk saat ini tarian tersebut lebih ditunjukkan pada kegiatan kegiatan sosial seperti pernikahan, festival budaya, pentas seni atau yang lainnya.

Saat membawakan tarian tersebut biasanya para penari akan mengenakan pakaian kebesaran dari daerah Sumatera Selatan yang disebut dengan Aessan Gede.

Pakaian adat daerah tersebut terdiri dari mahkota, gelang, kalung dan kain songket.

Untuk lebih jelasnya Mari kita bahas di pembahasan di bawah ini.

Sejarah Tari Gending Sriwijaya

tari gending sriwijaya

Tarian ini merupakan tarian khas dari provinsi Sumatera Selatan yang mempunyai arti yaitu Irama Kerajaan Sriwijaya.

Tarian adat ini sendiri merupakan gambaran dari rasa gembira dan sedih gadis yang ada di Palembang saat kedatangan tamu yang diagungkan.

Nah mereka mengungkapkannya dengan membawa tepak yang berisikan kapur, sirih, dan pinang. Tepak tersebut nantinya akan diberikan kepada para tamu undangan dengan iringan gamelan.

Ada juga yang berpendapat bahwa tarian ini merupakan permintaan dari pemeran pemerintah pemerintahan Bang pada waktu itu yang berada di karesidenan Palembang kepada jawatan penerangan Jepang atau disebut dengan Hodohan.

Mereka meminta dibuatkan lagu serta tariannya untuk menyambut kedatangan tamu undangan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Gagasan tersebut sudah direncanakan sejak tahun 1943 namun beberapa kali tertunda karena persoalan politik antara jepang dan Indonesia.

Akhirnya pada bulan Oktober 1943 gagasan tersebut dilaksanakan, Nuntjik A.R yang merupakan wakil kepala Hodohan dan juga Sastrawan beserta dengan Ahmad Dahlan Mahibat seorang komponis, Bintang Berlian, Haji Gung dan Miss Tina merupakan orang yang membuat lagu Gending Sriwijaya.

Pada tanggal 2 Agustus 1945 tepatnya hari Kamis dalam rangka untuk menyambut kedatangan para pejabat Jepang dari Bukittinggi, tarian ini resmi ditampilkan.

Konon ini merupakan pementasan tari Gending Sriwijaya.

Untuk pagelaran nya sendiri pertama kali dibawakan oleh sembilan penari muda yang memakai busana adat, Paksangkong, Dodot dan juga Tanggai.

Pada masa kemerdekaan bangsa Indonesia, Gending Sriwijaya merupakan tarian resmi yang digunakan untuk menyambut tamu-tamu agung yang berkunjung ke Provinsi Sumatera Selatan.

Ketentuan dalam Tari Gending Sriwijaya

ketentuan tari gending sriwijaya

Dalam tarian adat gending Sriwijaya ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan yaitu

Jumlah penari

Dalam tari Gending Sriwijaya ada ketentuan berapa jumlah penari di dalamnya, jumlah penari dalam tarian ini ialah 9 orang.

Namun juga ada bagian lain yaitu pendukung yang berada di belakang barisan, biasanya berjumlah 11 atau juga bisa 17 orang.

Tugas penari

Dalam tari Gending Sriwijaya untuk barisan paling depan harus membawa tepak berisi kapur sirih dan juga pinang, mereka akan membawanya dengan berjalan sambil menari menuju para tamu undangan.

Ketika sudah sampai di tujuan, para penari akan mempersembahkannya kepada para tamu undangan.

Akhir tarian

Setelah prosesi tarian selesai para penari akan melakukan sembah kehormatan, mereka akan melakukan gaya tarian surut ke belakang dan membentuk satu barisan.

Para penari kemudian akan masuk ke ruangan awal masuk dengan diiringi lagu gending, dan tarian selesai berbarengan dengan selesainya lagu gending.

Makna tari Gending Sriwijaya

makna tari gending sriwijaya

Adapun makna tari Gending Sriwijaya adalah penggambaran kegembiraan dan rasa syukur masyarakat setempat, hal ini dapat dilihat dari lagu pengiring nya.

9 orang penari sendiri merupakan gambaran dari 9 sungai yang ada di wilayah Sumatera Selatan.

Demikian penjelasan mengenai tari Gending Sriwijaya, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Ruben Orang yang tertarik dengan dunia tulis menulis ;)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *