Ruben Orang yang tertarik dengan dunia tulis menulis ;)

Tari Gandrung, Tarian Khas Banyuwangi

Bagian-bagian tari Gandrung Banyuwangi

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu kesenian tari yang berasal dari Jawa Timur tepatnya berasal dari Kabupaten Banyuwangi.

Kesenian khas yang menjadi ikon Kabupaten Banyuwangi yaitu tari Gandrung, perlu kamu ketahui bahwa tarian ini masih satu aliran dengan tarian yang berasal dari Jawa Barat yaitu tari jaipong.

Kesenian yang satu ini biasanya dipentaskan dalam berbagai acara seperti menyambut musim panen padi, khitanan, resepsi pernikahan, dan lain sebagainya.

Pada zaman dahulu tari Gandrung dibawakan sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan oleh masyarakat Banyuwangi setelah diberikan hasil panen yang melimpah.

Sejarah Tari Gandrung

Sejarah Tari Gandrung
sumber : cnnindonesia.com

Ada beberapa versi mengenai sejarah kesenian ini salah satunya yaitu pada awalnya tari Gandrung dibawakan oleh laki-laki yang didandani layaknya seperti perempuan.

Tari Gandrung ini diiringi dengan instrumen gendang dan juga biola.

Hingga pada sekitar tahun 1890 an tari Gandrung yang dibawakan oleh laki-laki perlahan mulai hilang, salah satu penyebabnya yaitu karena masuknya ajaran Islam ke daerah Banyuwangi.

Dimana dalam ajaran Islam laki-laki tidak boleh berdandan menyerupai perempuan, hingga pada tahun 1914 tari Gandrung Lanang benar-benar hilang dari Banyuwangi.

Setelah itu muncullah tari Gandrung Semi yang ditarikan oleh perempuan, Semi merupakan nama seorang anak kecil yang berusia 10 tahun.

Anak ini menderita penyakit yang sangat parah, orang tuanya juga berusaha semaksimal mungkin hingga membawanya ke dukun tetapi semi tidak juga sembuh.

Hingga suatu ketika ibunya yang bernama Mak Midhah membuat Nazar seperti berikut “jika kamu sembuh maka kamu akan aku jadikan seblang, jika tidak ya tidak jadi”

Berkat pertolongan Tuhan Yang Maha Esa kami bisa sembuh dan kemudian dijadikan seblang sekaligus menjadi pelopor tari Gandrung yang dibawakan oleh perempuan.

Adik-adiknya pun mengikuti jejak kakaknya menjadi penari Gandrung, mereka menggunakan nama depan Gandrung sebagai nama panggung.

Tarian ini terus berkembang di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan sudah menjadi ciri khas dari daerah tersebut.

Bagian-bagian tari Gandrung Banyuwangi

Bagian-bagian tari Gandrung Banyuwangi
sumber : travel.kompas.com

Sama halnya dengan tarian-tarian lain, tari Gandrung juga mempunyai beberapa bagian seperti Jejer, Paju, dan Seblak subuh. Berikut penjelasan mengenai bagian-bagian dari tari Gandrung.

Jejer

Pikir merupakan penanda dimulainya tarian gandrung, para penari akan mengenakan topeng pada awal atau sebelum tarian dimulai.

Paju

Setelah proses selesai, para penari akan turun dari pentas untuk menuju penonton yang dikenal dengan nama repenenan.

Para penari Gandrung pun akan duduk bersamaan dengan para undangan yang hadir dan membawakan gending-gending atau lagu-lagu yang diminta oleh para undangan.

Setelah itu menari dan tamu undangan akan menari di atas pentas, biasanya para tamu undangan akan memberikan uang saweran.

Seblak Subuh

Setelah semua proses selesai tahap yang terakhir yaitu seblak subuh, Dinamakan dengan seblak subuh karena biasanya pada waktu pagi hari tarian ini sudah selesai.

Gerakan para penari akan melambat dan penuh penghayatan, mereka juga akan membawa kipas yang dikibas-kibaskan sesuai irama diiringi dengan lagu bertema sedih.

Baca juga mengenai Tarian Adat Jawa Timur

Busana Tari Gandrung

Busana tari Gandrung
sumber : phinemo.com

Walaupun mirip dengan tari jaipong yang berasal dari Jawa Tengah, busana yang dikenakan oleh para penari tari Gandrung Banyuwangi sangat khas dan berbeda.

Hal ini dikarenakan adanya pengaruh dari kerajaan Blambangan (Bali), dan Di mana para penari akan mengenakan busana untuk badan yang terdiri dari baju terbuat dari beludru yang berwarna hitam.

Setelah itu akan dihiasi dengan ornamen berwarna kuning emas dan juga manik-manik yang mengkilat. pada bagian pundak dan separuh punggung akan dibiarkan terbuka.

Untuk bagian leher akan diberi ilat-ilatan yang menutupi dada, bagian lengan akan diberi satu buah kelat, pada bagian pinggang akan diberi ikat pinggang dan juga sembong yang berwarna-warni sebagai aksesoris tambahan.

Untuk bagian kepala penari akan diberi mahkota yang disebut dengan omprok, mahkota ini terbuat dari kulit kerbau dan dihiasi ornamen berwarna merah dan emas.

Properti tari gandrung lainnya yaitu selendang yang dikenakan di bahu, dan juga membawa kipas.

Fakta Unik Tari Gandrung Banyuwangi

Fakta Unik Tari Gandrung Banyuwangi
sumber : blogkulo.com

Perlu kamu ketahui, ada beberapa fakta menarik mengenai tari Gandrung Banyuwangi, berikut Ma.

Mahkota dari Kulit Kerbau

seperti yang telah dijelaskan di atas, salah satu properti tari gandrung yaitu mengenakan mahkota dari kulit kerbau.

Mahkota yang terpasang di kepala penari akan disamak dan dihiasi dengan ornamen-oranamen berwarna emas dan juga ornamen tokoh dari Anthasena, yaitu tokoh wayang putra dari Biwm yang mempunyai kepala manusia raksasa dan bertubuh ular.

Go Internasional

sebagai salah satu tarian khas Indonesia patutnya kita bangga, karena tari ini juga sudah menjadi tari yang ditampilkan di mancanegara.

Dukungan dari pemerintah setempat menjadi salah satu andil besar tarian ini dikenal oleh bangas lain.

Tari Gandrung pernah dimainkan dalam acara kebudayaan di berbagai negara seperti Malaysia, Jerman, Hongkong, Jepang, Brunei Darussalam, Perancis dan juga Amerika Serikat.

Festival Tari Gandrung

Disetiap tahunya pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan festival tari Gandrung yang diberi nama Gandrung Sewu.

Banyak masyarakat yang menunggu festival ini karena dalam festival ini melibatkan hampir 1.200 penari Gandrung dari berbagai kalangan.

Penutup

Demikian penjelasan mengenai tari gandrung yang  berasal dari Banyuwangi, semoga artikel ini dapat membantu kamu dan lebih mencintai kebudayaan Indonesia.

 

Ruben Orang yang tertarik dengan dunia tulis menulis ;)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *