Ruben Orang yang tertarik dengan dunia tulis menulis ;)

Tari Enggang – Tarian Suku Dayak Kalimantan Timur

properti tari enggang

Halo semuanya, apakah dari kalian pernah mendengar tarian tradisional bernama nama tari enggang.

Tari enggang atau biasa disebut juga dengan tari burung enggang merupakan salah satu kesenian tradisional suku Dayak Kenyah dari Kalimantan Timur.

Tari enggang biasanya diadakan ketika ada upacara adat dalam suku tersebut, tarian ini dilakukan sebagai bentuk perwujudan meluhurkan nenek moyang dan sambutan kepada para tamu.

Makna tari enggang

makna tari enggang

Dalam tarian tradisional ini, tari burung enggang menceritakan tentang kehidupan burung enggang.

Tarian ini biasanya dibawakan oleh para perempuan perempuan suku Dayak Kenyah

Selain disebut dengan tari burung enggang biasanya masyarakat Kalimantan Timur juga menyebut tarian ini dengan sebutan Tari Kancet Lasan.

Tarian ini merupakan salah satu tarian yang sangat populer di daerah tersebut dan seringkali ditampilkan dalam berbagai acara-acara penting.

Menurut kepercayaan suku Dayak Kenyah, mereka beranggapan bahwa nenek moyang mereka berasal dari langit dan turun ke muka bumi menjelma menjadi seekor burung enggang.

Oleh karena itu tari enggang juga ditunjukkan sebagai salah satu bentuk menghormati nenek moyang suku Dayak Kenyah.

Tak hanya anggapan demikian, burung enggang juga memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat suku Dayak Kenyah sehingga dalam upacara adat maupun tariannya terdapat unsur burung enggang.

Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya ukiran yang dibuat oleh suku Dayak Kenyah di permukaan berbagai benda, Selain itu bulu burung enggang juga digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu properti tari.

Selain sebagai penghormatan kepada nenek moyang, tari burung enggang juga merupakan Simbol dari perpindahan masyarakat suku Dayak Kenyah dari suatu tempat.

Masyarakat suku Dayak Kenyah pada zaman dahulu memang terkenal selalu berpindah-pindah tempat atau biasa disebut dengan suku nomaden.

Tujuan dari berpindah-pindah nya tempat yaitu untuk mencari tempat yang lebih layak dihuni agar lebih selamat dan menghindari perang antar suku lain.

Gerakan dan pola lantai tari enggang

gerakan dan pola lantai tari enggang

Gerakan tari yang dibawakan oleh perempuan ini sebenarnya memproyeksikan gerakan burung enggang sendiri.

Pola lantai tari enggang yaitu menggunakan pola lantai lengkung atau melengkung

Untuk posisi penarinya pada saat menari bentuknya akan melengkung.

dalam tari enggang terdapat 3 gerakan dasar yaitu sebagai berikut

Nganjat

Gerakan ini merupakan gerakan utama dan tari burung enggang, jika dilihat secara sekilas gerakan tersebut mirip dengan gerakan burung enggang ketika mengepak-ngepakkan sayapnya.

Gerakan ini juga melambangkan gerakan lemah gemulai dari para penari perempuan Dayak.

Ngasai

Gerakan selanjutnya hampir mirip dengan gerakan burung enggang saat sedang terbang.

Purak barik

Gerakan tari burung enggang yang satu ini merupakan perpindahan tempat para penarinya.

Properti tari burung enggang

properti tari enggang

Untuk properti tari burung enggang sendiri para penari biasanya akan mengenakan pakaian adat suku Dayak Kenyah lengkap dengan manik-manik nya.

Selain itu para penari juga kana dikenakan properti dari bulu burung enggang yang disematkan pada ikat kepala dengan motif burung enggang.

Baca juga mengenai Tarian Adat Kalimantan Timur

Karena saat menari para penari menggerakkan badannya, maka ada kemungkinan bulu tersebut akan jatuh, untuk mengatasinya biasanya bulu burung enggang akan diikatkan pada cincin.

Penari burung enggang juga mengenakan kalung manik atau seperti taring harimau dan juga anting besar sebagai properti tari burung enggang lainnya.

Untuk tariannya dibawakan dengan iringan musik tradisional dari suku Dayak Kenyah, alat-alat musik tradisional yang digunakan ialah gendang, sampe dan juga gong.

Demikian penjelasan mengenai tari enggang asal Kalimantan Timur, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Ruben Orang yang tertarik dengan dunia tulis menulis ;)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *