Ruben Orang yang tertarik dengan dunia tulis menulis ;)

Tari Cakalele – Tarian Perang dari Pulau Maluku

fungsi tari cakalele

Halo semuanya apakah di antara kalian sekarang ada yang sedang mencari mengenai Tari Cakalele, kebetulan sekali kamu berkunjung ke blog ini.

Tari Cakalele adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Indonesia timur tarian ini merupakan jenis tarian perang yang sangat terkenal di negara Indonesia.

Karena termasuk jenis tarian perang maka di dalam tarian ini terdapat berbagai macam atraksi seni yang melambangkan ketangkasan, keberanian, keperkasaan, dan persekutuan.

Jenis tari perang ini biasanya ditarikan oleh 5 hingga 30 penari, karena termasuk tari perang maka dalam tarian ini menggambarkan tentang perjuangan rakyat Maluku dalam membela kebenaran di daerahnya.

Sejarah Tari Cakalele

sejarah tari cakalele

Bahkan konon katanya pada zaman dahulu tarian ini dipertunjukkan untuk memberikan rasa semangat kepada para pejuang saat melawan penjajah.

Tak hanya itu, menurut cerita yang ada di masyarakat ada, tarian Ini juga sebagai perwujudan rasa hormat kepada nenek moyang suku Maluku yang diyakini sebagai seorang pelaut.

Pada zaman dahulu sebelum nenek moyang mengarungi lautan maka mereka akan mengadakan ritual dengan cara pesta makan, minum, dan juga berdansa.

Karena menurut keyakinan mereka, jika hendak melakukan sesuatu yang berhubungan dengan ritual dan melibatkan tarian Cakalele maka akan mendapatkan restu dari arwah nenek moyang.

Saat menarikan tarian Cakalele para penari akan mengenakan pakaian perang.

Untuk penari laki-laki  biasanya mereka mengenakan pakaian yang yang mempunyai warna terang seperti merah ataupun kuning, Sedangkan untuk para penari perempuan mereka mengenakan pakaian berwarna putih.

Properti Tari Cakalele

properti tari cakalele

Sebagai properti kelangkaan saat menarikan tari Cakalele, biasanya para penari laki-laki membawa pedang yang ada di tangan dan juga perisai atau disebut dengan salawaku.

Setiap properti Tari Cakalele baik warna maupun bentuk mempunyai filosofi tersendiri Sebagai contoh pakaian berwarna merah dikenakan oleh para penari laki-laki yang melambangkan jiwa kepahlawanan, hal ini sesuai dengan ciri penduduk Maluku yang mempunyai keberanian dan rasa Patriotisme saat melawan para musuhnya.

Untuk pedang sendiri melambangkan harga diri dari masyarakat Maluku, harga diri tersebut harus tetap dipertahankan. tameng atau perisai  dan juga teriakan dalam tarian merupakan perlambangan rasa protes masyarakat Maluku kepada pemerintahan yang tak memihak kepada mereka.

Properti lainnya yaitu penutup kepala, penutup di oleh kain atau bulu burung cenderawasih, bagi masyarakat benda Burung cenderawasih merupakan suatu hal yang sangat penting dalam adat dan budaya mereka.

Hal ini terlihat dalam tarian Cakalele di mana tarian tersebut tak bisa ditarikan apabila bulu burung cendrawasih belum berada di kepala para penari.

Dalam tarian Cakalele juga ada bagian lain selain para penari yaitu pemegang umbul-umbul dan pembantu lainnya.

Para penari akan menari dengan diiringi alunan musik dari suling, Tifa, dan juga dia atau instrumen musik tiup dari kerang.

Penari akan menampilkan gerakan sesuai dengan lagu yang melambangkan perwujudan dari jiwa patriotisme dan semangat heroik masyarakat Maluku.

Tari Cakalele merupakan tarian sakral di mana tarian perang ini tidak bisa dipentaskan oleh orang luar yang bukan merupakan masyarakat adat Kepulauan Banda.

Oleh karena itu, tarian Cakalele hanya boleh ditarikan oleh anak-anak adat desa setempat.

Fungsi Tari Cakalele

fungsi tari cakalele

Untuk saat ini sendiri tarian Cakalele lebih sering dipentaskan dalam penyambutan tamu agung atau dalam acara-acara adat.

Karena tarian ini mempunyai banyak personel dan juga properti tari, serta perlengkapan persiapan yang membutuhkan biaya tinggi dan waktu yang lama, maka tarian Cakalele tidak bisa setiap saat untuk dipentaskan.

Tari Cakalele sendiri membutuhkan penari hingga 30 orang selain itu juga ada ada bagian Lain seperti penabuh gendang, pemegang umbul-umbul, pemukul gong, pemuka adat dalam pasangan suami-istri dan lain sebagainya.

Fungsi-fungsi dari mereka juga tidak bisa diubah atau digantikan dengan personel lain secara adat karena seperti yang kita tahu tarian Cakalele merupakan keutuhan dari kesenian adat masyarakat Maluku yang sarat akan nilai-nilai budaya dan juga mistik.

Ketika Tari Cakalele digunakan untuk penyambutan tamu maka mereka tidak lagi menggunakan parang, namun lebih kreatif sekarang karena menggunakan umbul-umbul yang terbuat dari daun kelapa ataupun daun Nipah.

Kostum para penari yang digunakan dalam ritual adat harus sesuai dengan pakaian adat. Sedangkan untuk kostum yang digunakan untuk menyambut tamu biasanya menggunakan pakaian yang lebih kreatif atau sudah mengalami perubahan dalam pakaian adat.

Penutup

tari cakalele

Demikian penjelasan kita mengenai tarian Cakalele yang berasal dari Maluku, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Semoga juga tarian ini dapat bertahan hingga generasi-generasi selanjutnya setelah kita.

Ruben Orang yang tertarik dengan dunia tulis menulis ;)

Tari Janger Bali – Gerakan, Pola Lantai, Properti, Sejarah,…

Siapa sih yang ga kenal Bali, salah satu destinasi wisata yang ada di Indonesia yang sudah terkenal hingga mancanegara. Tak hanya tempat wisata nya...
Ruben
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *