Suku Tengger – Sejarah, Tradisi, Kesenian, dan Ciri Khas

Suku Tengger – apakah kalian pernah mendaki gunung Bromo yang ada di Jawa Timur ?

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan, bagi kalian yang pernah mengunjungi daerah tersebut tentunya tidak asing dengan suku Tengger.

Suku Tengger merupakan salah satu suku di Indonesia yang bermukim di kawasan gunung Bromo.

Mereka terkenal dengan salah satu upacara adatnya yang dilakukan setiap tahun yaitu upacara Kasodo. Tradisi ini merupakan salah satu penarik wisatawan, entah dari dalam negeri maupun mancanegara.

Penasaran mengenai suku Tengger ?

Tenang saja neproners akan memberikan informasi bagi kalian mengenai suku Tengger.

Berikut penjelasan dari suku Tengger lebih dalam baik mengenai asal nama, sejarah, adat istiadat, tradisi dan kehidupan sehari-harinya.

Selamat membaca !!

Sejarah Suku Tengger

tribunnewswiki.com
sumber gambar : tribunnewswiki.com

Dari beberapa penelitian mengatakan bahwa suku Tengger merupakan keturunan dari masyarakat kerajaan Majapahit pada zaman dahulu.

dalam sejarah, menyebutkan bahwa pada abad ke-16 Masehi kerajaan Majapahit diserang oleh kerajaan Demak yang pada waktu itu dipimpin oleh Raden Patah dan mengalami kekalahan.

Para penduduk Majapahit pun mengungsi ke beberapa kawasan seperti pulau Bali dan pegunungan yang ada di Jawa Timur.

Penduduk Majapahit yang berada di daerah pegunungan menutup dirinya dari gangguan luar. Orang-orang tersebut lah yang kemudian menjadi leluhur dari suku Tengger.

dari hal tersebut kemudian muncul beberapa legenda dari nenek moyang atau leluhur suku Tengger.

Konon leluhur suku Tengger juga merupakan anak raja Majapahit yaitu Roro Anteng yang menikah dengan seorang Brahmana bernama Joko Seger, saat kekalahan kerajaan Majapahit mereka juga ikut mengungsi ke daerah pegunungan.

Di sana mereka berdua menjadi pemimpin dari masyarakat yang ada.

Anak cucu dari Joko Seger dan Roro Anteng inilah yang menjadi cikal bakal dari suku Tengger yang hidup di kawasan gunung Bromo.

Kata Tengger sendiri kono berasal dari kata Teng yang ada di kata Roro An-teng dan Ger yang ada dalam kata Joko Se-ger.

Kehidupan masyarakat Tengger pada zaman dahulu tertutup dari dunia luar selama beberapa tahun. Meskipun demikian mereka juga mempunyai keunikan tradisi dan budaya seperti suku-suku lainnya di Indonesia.

Asal Nama Tengger

Asal Nama Tengger
sumber gambar : goodnewsfromindonesia.id

Asal usul dari suku Tengger dalam namanya sendiri terbagi menjadi tiga teori, yaitu sebagai berikut:

Tengger mempunyai arti berdiri tanpa bergerak yang menyimbolkan watak dari masyarakat Tengger yang mempunyai budi pekerti luhur dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari

Tengger mempunyai arti pegunungan, hal tersebut sesuai dengan daerah yang didiami oleh suku Tengger

Tengger merupakan gabungan kata dari nama leluhur mereka yakni Rara Anteng dan Jaka Seger.

Keunikan Suku Tengger

Keunikan Suku Tengger
sumber gambar : sains.kompas.com

Di tempat tinggalmu tentu saja ada beragam tradisi atau ciri khas yang unik sehingga mencerminkan daerah tersebut, begitu juga dengan suku Tengger.

Suku Tengger memang terkenal dengan upacara Kasada yang mereka peringati setiap tahunnya di gunung Bromo, namun masih banyak sekali keunikan-keunikan dari daerah ini, berikut penjelasan keunikan suku Tengger:

Upacara Yadnya Kasada

Upacara Yadnya Kasada
sumber gambar : akurat.co

Yang pertama kita bahas tentunya yaitu upacara Kasada atau upacara Yadnya Kasada, upacara ini merupakan upacara yang dinanti-nantikan oleh para wisatawan baik dari lokal maupun mancanegara.

Upacara yang biasa disebut dengan upacara Kasodo ini hanya dilakukan oleh masyarakat suku Tengger yang beragama Hindu.

Upacara ini dilakukan setiap tanggal ke 14 di bulan kasada atau bulan kesepuluh dalam kalender mereka.

Dalam pelaksanaan upacara kasodo, masyarakat suku Tengger akan memberikan sesajen atau seserahan yang berupa hasil panen mereka seperti sayur dan buah, selain itu mereka juga akan memberikan seserahan hewan ternak.

Seserahan yang ada akan dibawa ke atas gunung Bromo, dan sana mereka akan melaksanakan ritual yang bertujuan untuk meminta keberkahan dan keselamatan.

Ojung, Ritual Meminta Hujan

Ritual lain dari suku Tengger yaitu ritual minta hujan atau disebut dengan Ojung. Ritual ini serupa kesenian yang memperlihatkan perkelahian satu lawan satu dengan menggunakan rotan.

Keunikan dari tradisi ini adalah orang yang paling banyak mendapat cambukan berarti dialah pemenangnya. Seperti yang dijelaskan di atas, ritual ini ditunjukan oleh suku Tengger untuk meminta hujan kepada Sang Maha Kuasa.

Karena ritula ini bertujuan untuk meminta hujan, maka pelaksanaannya adalah saat musim kemarau yang panjang tidak kunjung berakhir.

Sebelum upacara adat suku Tengger ini dilakukan, akan ada pagelaran tarian terlebih dahulu, tarian tersebut ialah tari Rontek Singo Wulung dan tari Topeng Kuna.

Kedua tarian ini menceritakan mengenai seseorang yang dianggap Pahlawan, orang tersebut bernama Ju Seng. Alasannya karena Ju Seng merupakan oran Demang yang sangat berani untuk melawan para penjajah.

Karena keterbatasan biaya untuk mengusir para penjajah, dia pun mengadakan kedua tarian tersebut untuk mendapatkan biaya perang.

Ketika pagelaran tari telah selesai maka akan dilanjutkan dengan pertunjukan perkelahian antara laki-laki. Orang yang boleh mengikutinya harus laki-laki yang mempunyai umur dari 17 sampai 50 tahun.

Karo, Hari Raya Masyarakat Tengger

Ritual dari suku Tengger yang selanjutnya yaitu Karo, Karo merupakan hari raya yang paling ditunggu oleh masyarakat suku Tengger. Hari raya ini akan dilakukan setelah hari raya Nyepi.

Dalam acara tersebut akan ada kesenian adat seperti tari sodoran dan pawai hasil bumi.

Masyarakat selanjutnya akan mengunjungi atau bersilaturahmi ke sanak saudara ataupun rumah tetangga.

Acara ini dipimpin oleh Ratu atau dukun yang bertugas untuk memimpin doa dan ritual.

Tak hanya suku Tengger kamu juga bisa mengenal lebih jauh mengenai orang Asmat yang ada di Papua

Unsur Kebudayaan Suku Tengger

Unsur Kebudayaan Suku Tengger
sumber gambar : mediaindonesia.com

Meskipun berada di tanah Jawa yang mayoritas peradabannya sudah berjalan di ajaran Islam, namun suku Tengger masih bertahan pada ajaran leluhurnya yang berasal dari kerajaan Majapahit.

Tak hanya itu, bahasa yang digunakan oleh suku Tengger juga berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh suku Jawa pada umumnya.

Agar dapat lebih jauh mengenal mengenai suku ini berikut pembahasan mengenai unsur kebudayaan suku Tengger

Bahasa

Kita mulai dari Bahasa sebagai alat komunikasi yang digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Suku Tengger menggunakan bahasa Jawi kuno sebagai bahasa sehari-seharinya.

Bahasa tersebut diyakini merupakan dialek pada masa pemerintahan kerajaan Majapahit.

Bahasa digunakan oleh masyarakat suku Tengger sebagai penulisan dalam mantra yang menggunakan huruf Jawi Kawi.

Teknologi

Meskipun seperti yang kita tahu bahwa suku ini menutup diri nya dari dunia luar, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa teknologi secara sedikit mulai digunakan oleh masyarakat suku Tengger.

Penggunaan teknologi dikenalkan oleh para wisatawan yang datang sehingga membuat suku tengger tertarik untuk menggunakan dan mempelajarinya

Agama atau Kepercayaan

Sebagian besar dari masyarakat suku Tengger beragama Hindu, meskipun berbeda dengan Hindu yang ada di pulau Bali.

Masyarakat Tengger memeluk agama Hindu Mahayana sedangkan masyarakat Bali memeluk agama Hindu Dharma.

Ekonomi

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, banyak dari suku Tengger yang menggantungkan hidupnya sebagai petani di ladang.

Mereka biasa menanam wortel, kentang, kubis, jagung ataupun tembakau. Selain itu banyak dari mereka yang menjadi pemandu wisata bagi wisatawan yang berkunjung ke gunung Bromo.

Pendidikan

Dengan berkembangnya zaman, sekarang ini suku Tengger juga sudah dapat menikmati manisnya bangku sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai jenjang sekolah menengah.

Meskipun demikian, masih ada beberapa masyarakat suku Tengger yang percaya mengenai hal-hal yang gaib, dan masih percaya dengan berbagai mantra-mantra.

Demikian penjelasan mengenai suku Tengger yang ada di gunung Bromo, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Dan jangan lupa untuk bagikan artikel mengenai Suku Tengger ini.

Dan seperti biasa, terimakasih sudah singgah

Tinggalkan komentar