Suku Madura

Suku Madura – hai semua, membicarakan soal Madura, apakah yang pertama kali terlintas di benakmu mengenai pulau ini ?

Madura memang salah satu suku di Indonesia yang sangat terkenal, bahasanya yang khas dan logatnya yang sangat kental memang merupakan keunikan tersendiri dari suku ini.

Pada kesempatan kali ini neprona.com akan mengupas lebih mendalam mengenai suku yang satu ini. Penasaran ?

Berikut penjelasan mengenai suku Madura, selamat membaca !

Sejarah Suku Madura

Sejarah Suku Madura
id.wikipedia.org

Suku Madura atau orang Madura merupakan salah satu etnis terbesar yang ada di negara Indonesia.

Pada sensus penduduk tahun 2010 menyebutkan bahwa jumlah suku Madura mencapai 7 juta jiwa. Mereka banyak terdapat di pulau Madura dan pulau-pulau lainnya.

Meskipun masih termasuk dalam provinsi Jawa Timur, namun orang Madura mempunyai bahasa dan tradisi tersendiri. Banyak dari mereka juga merantau ke berbagai tempat. Tentunya kalian tidak asing dengan cukur madura, sate Madura dan karapan sapi madura.

Wilayah Suku Madura

Orang Madura berasal dari pulau Madura dan banyak tinggal di bagian timur provinsi jawa timur yang biasa disebut dengan wilayah Tapal Kuda, yaitu wilayah dari kabupaten Pasuruan hingga utara kota Banyuwangi.

Orang Madura memang sudah sangat terkenal oleh bangsa kita, mereka hampir menyebar diseluruh nusantara dan bahkan sampai sudah menjadi orang luar negeri seperti Malaysia, Brunei, Timor leste hingga Timur Tengah.

Demografis

Masyarakat Indonesia memang sangat senang untuk pergi merantau, begitu juga dengan orang Madura. Banyak dari orang Madura yang bertransmigrasi ke berbagai wilayah terutama Kalimantan, Tengah, Kalimantan Barat dan Jabodetabek.

Dari kalian tentunya sudah tidak asing dengan tragedi Sampit yang pernah terjadi pada masa silam, kerusuhan yang melibatkan antara orang Madura dengan masyarakat Kalimantan adalah karena kesenjangan sosial.

Namun sekarang ini kesenjangan antara kedua etnis telah berkurang sehingga masyarakat daerah tersebut sudah rukun dan damai kembali.

Orang Madura terkenal dengan etos kerjanya tinggi, giat dalam bekerja, ulet dan ramah. Mereka sangat suka sekali pergi dari kampung halaman untuk merantau mencari kehidupan yang lebih baik.

Beberapa daerah di pulau Madura memang tanahnya sangat sulit untuk dijadikan lahan pertanian, oleh karena itu masyarakat Madura banyak yang bekerja sebagai pedagang.

Kepercayaan Suku Madura

Kepercayaan Suku Madura
brafiadiblog.blogspot.com

Masyarakat mayoritas beragama islam, bahkan konon untuk suku Madura yang tinggal di pulau Madura semuanya beragama islam.

Suku Madura memang terkenal dengan ketaatan dalam beragama dan menjunjung tinggi agama islam dalam kehidupan sehari-harinya. Oleh karena itu banyak sekali pondok pesantren yang tersebar di pulau ini.

Berikut beberapa pesantren terkenal yang ada di pulau Madura :

  • Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan
  • Pondok Pesantren Al-Amin di Sumenep
  • Pondok pesantren Miftahul Ulum Panyepen
  • Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata
  • Pondok pesantren Al Hamidy Banyuanyar
  • Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar di Pamekasan
  • Pondok pesantren Annuqayah di Guluk-Guluk
  • Pondok Pesantren Attaraqqi Sampang
  • Dan pesantren-pesantren lainnya.

Pesantren-pesantren tersebut mempunyai santri dari puluhan hingga ribuan, dan tak banyak juga orang dari luar Madura yang mondok di daerah tersebut.

Kehidupan pesantren memang sudah mengakar dalam benak masyarakat Madura, bagi mereka pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga sebagai pelatihan dalam kehidupan bermasyarakat

Karakter Orang Madura

Karakter Orang Madura
idntimes.com

Orang Madura memang terkenal dengan intonasi bicara yang keras dan kasar. Tetap terdapat karakter lain seperti rajin bekerja dan disiplin dalam berbagai hal.

Orang Madura juga terkenal dengan tradisi islam yang sangat kuat dalam kehidupan sehari-harinya, meskipun terkadang mereka juga melakukan tradisi Rokat Tasse atau Pethik Laut.

Mereka juga mempunyai kebiasaan untuk menyisihkan pendapatan mereka untuk berangkat haji, meskipun pendapatan mereka kecil.

Baca juga mengenai Suku Papua Asmat

Budaya Sosial

Bagi suku Madura harga diri merupakan nilai mutlak, Masyarakat Madura mempunyai peribahasa sebagai berikut

lebbi bagus pote tollang, atembang pote mata

Tradisi tersebut mempunyai arti “lebih baik mati daripada malu”, oleh karena itu lahirlah suatu tradisi Carok dalam suku Madura.

Namun sekarang ini tradisi carok sudah jarang dilakukan, pada zaman dahulu masyarakat Madura memang terkenal menyelesaikan masalah dengan adu kekuatan, namu sekarang mereka lebih bijaksana dalam menyelesaikan berbagai masalah.

Terdapat sedikit perbedaan antara orang Madura Timur yang berada di daerah Sumenep dan Pamekasan dengan orang Madura Barat yang ada di daerah Bangkalan dan Sampang.

Orang Madura timur mempunyai karakter yang lebih halus dalam bahasa, tata krama dan sikap dibandingkan dengan orang Madura Barat.

Karena daerah Madura Barat yang lebih gersang daripada Madura Timur, menyebabkan orang Madura Barat banyak yang merantau karena tidak bisa bertani.

Tradisi Suku Madura

Tradisi merupakan peninggalan dari para leluhur dan hampir semua suku mempunyai tradisi masing-masing, begitu juga dengan suku Madura.

Bagi masyarakat madura, tradisi sudah melekat dalam kehidupan sehari-harinya dan tidak bisa dipisahkan. Sudah seharusnya memang demikian.

Berikut tradisi-tradisi unik milki suku Madura yang masih lestari hingga saat ini.

Tradisi Karapan Sapi

Tradisi Karapan Sapi
suarawajarfm.com

Karapan sapi adalah salah satu tradisi masyarakat suku Madura yang digelar setiap tahunnya. Biasanya tradisi ini dilakukan pada bulan Agustus atau September. Dengan finalnya di bulan september atau Oktober.

Karapan sapi Madura akan diperlombakan oleh seorang joki yang membawa dua ekor sapi, mereka akan saling berlomba kecepatan mencapai garis finish.

Sang joki karapan sapi akan berdiri di atas kereta kayu dan mengendalikan sapi agar dapat berlari dengan cepat. Panjang lintasannya sendiri kurang lebih sekitar 100 meter dengan waktu sekitar 10 detik.

Toktok, Aduan Sapi Ala Masalembu

Toktok merupakan tradisi adu sapi yang berasal dari masalembu. Sapi yang diadu harus sapi jantan. Dalam tradisi ini kedua sapi jantan akan saling seruduk hingga salah satu sapi kalah atau lari dari pertandingan.

Tradisi tok tok ini harus didampingi oleh seorang wasit yang sudah ahli, karena jika sembarang orang maka dapat membahayakan orang sekitar yang menonton.

Upacara Rokat atau Petik Laut

Upacara rokat atau tradisi Petik Laut merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Madura sebagai ungkapan syukur atas kenikmatan yang telah diberikan Tuhan.

Tradisi yang disebut juga dengan Rokat Tase diyakini dapat memberikan kelancaran rezeki dan keselamatan masyarakat setempat.

Sebelum memulai tradisi ini, biasanya akan dilakukan istighosah dan tahlil yang dipimpin oleh pimpinan agama serta masyarakat setempat, kemudian masyarakat akan menghanyutkan sesaji yang telah disiapkan ke laut.

Sesaji tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas karunia yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, is sesaji tersebut meliputi tumpeng, ikan, ketan warna warni dan lain sebagainya.

Upacara Nadar

Upacara Nadar atau biasa disebut juga dengan tradisi Nadar merupakan tradisi suku Madura yang dilakukan setiap tiga kali dalam satu tahun.

Tradisi ini dilakukan oleh warga Desa Pinggi Papas, yang berada di kecamatan Kalianget kabupaten Madura. Tradisi ini berlangsung sangat meriah, selain itu juga menyimpan banyak cerita dari nenek moyang.

Upacara Nadar biasanya akan dilakukan pada jam 4 sore, masyarakat desa Pinggi Papas akan berbondong-bondong mengunjungi makam leluhurnya dengan membawa perlengkapan upacara Nadar.

Dalam tradisi Nyadar akan ada beberapa prosesi seperti tabur bunga dan pembaca doa yang dipimpin oleh pemuka agama.

Upacara belum selesai, pada malam harinya peserta upacara diharuskan untuk menginap di sekitar makam atau dapat menginap di rumah warga yang tinggal di sekitar makam. Bagi yang menginap di sekitar makam biasanya akan mendirikan tenda.

Setelah itu para peserta upacara akan memasak berbagai makanan untuk selamatan pada hari esoknya.

Biasanya makanan yang biasa dimakan adalah nasi tumpeng dengan lauk ayam, bandeng, dan telur. Setelah selamatan selesai, sisa makanan akan dibagikan kepada keluarga yang berhalangan hadir dalam upacara tersebut.

Ritual Ojung

Ojung adalah salah satu jenis permainan dalam suku Madura yang biasa dilakukan oleh dua orang laki-laki, mereka akan berkelahi dengan menggunakan rotan yang mempunyai panjang sekitar 1 meter.

Ritual ojung biasa dilakukan untuk meminta hujan karena kekeringan akibat musim kemarau panjang.

Dalam ritula ini biasanya akan diiringi dengan alunan musik dari tiga buah dung-dung yang berasal dari akar pohon siwalan. Dung-dung akan dilubang pada bagian tengahnya sehingga menghasilkan bunyi sepri bas dan kerja.

Bagaimana pendapatmu mengenai artikel suku Madura ini ?

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan rasa cinta terhadap suku lain yang ada di Indonesia, jangan lupa untuk bagikan artikel ini agar orang lain dapat merasakan manfaatnya.

Dan seperti biasa, terimakasih sudah singgah

Tinggalkan komentar