Suku Bugis – Pakaian, Rumah, Sejarah dan Adat Istiadat

Suku Bugis – Hai Semuanya. Selain terkenal dengan suku Dayak, pulau kalimantan juga sangat terkenal dengan suku Bugis.

Suku Bugis merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia, suku ini terkenal dengan kegigihannya untuk mempertahankan harga diri dan kebudayaan.

Tentunya kamu semakin penasaran mengenai suku yang satu ini, daripada berlama-lama neprona.com akan membahas lebih mendalam mengenai suku Bugis.

Berikut penjelasan suku Bugis yang masih menjadi sorotan masyarakat karena mempunyai beragam keunikan dalam kehidupannya.

selamat membaca !!!

Sejarah Suku Bugis

Sejarah Suku Bugis
sumber : netralnews.com

Suku Bugis adalah suku yang banyak berada di pulau Sulawesi, suku ini tergolong ke dalam suku Melayu Deutero.

Kata “Bugis” sendiri dari kata To Ugi yang mempunyai arti orang Bugis.

Ugi sendiri merupakan nama raja pertama dari kerajaan Cina yang ada di Kabupaten Wajo yaitu La Sattumpugi. Masyarakat mengambil akhiran “Ugi” sebagai bentuk pengikut dari raja.

Salah satu nama besar yang berasal dari orang Bugis adalah mantan wakil presiden Jusuf Kalla.

Suku ini merupakan suku yang sangat suku untuk merantau, sehingga banyak dari suku ini yang berada di mancanegara seperti Singapura ataupun Malaysia.

Adat Istiadat Suku Bugis

Adat Istiadat Suku Bugis
sumber : ruangguru.co

Ada suatu adat istiadat yang sering dilakukan oleh masyarakat suku Bugis yaitu upacara adat Mappadendang, upacara ini merupakan pesta adat panen bagi suku Bugis.

Upacara ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil kerja keras petani dalam menanam padi, konon upacara ini juga mempunyai nilai-nilai supranatural.

Upacara ini disebut juga dengan pensucian gabah yang mempunyai arti membersihkan padi dari batang dan daunnya sehingga dapat langsung dijemur dibawah terik matahari.

Upacara ini dilakukan dengan menumbukkan alat tumbuk padi tradisional yaitu alu dan lesung. Alu akan ditumbukkan ke lesung dengan silih berganti oleh 3 laki-laki dan 6 perempuan lengkap dengan pakaian adat kondo.

Laki laki yang melakukan upacara adat ini disebut dengan pakkambona dan perempuannya dinamakan dengan pakkindona. Para laki-laki akan menari serambi menaburkan padi kebagian ujung lesung.

Rumah Adat Suku Bugis

Rumah Adat Suku Bugis
sumber : indonesiakaya.com

Seperti halnya dengan suku lain, suku Bugis juga mempunyai rumah adat yang digunakan untuk tempat berlindung.

Salah satu keunikan dari rumah adat suku Bugis adalah proses pembuatannya yang tidak menggunakan paku, namun diganti dengan kayu.

Secara garis besar rumah adat suku Bugis terbagi menjadi dua jenis berdasarkan status sosialnya berikut nama rumah adat suku Bugis beserta penjelasannya:

Rumah saoraja

Rumah ini merupakan rumah yang digunakan untuk kalangan bangsawan

Rumah bola

Rumah bola merupakan rumah yang digunakan sebagai tempat tinggal untuk rakyat biasa

Perbedaan dari kedua rumah tersebut ialah luas rumah dan besar tiang penyangganya.

Rumah adat suku Bugis terdiri dari 3 bagian yaitu awa bola atau kolong yang digunakan untuk menyimpan berbagai alat seperti alat pertanian, alat berburu dan lain sebagainya.

Badan rumah yang terdiri dari ruang tidur, tempat menyimpan padi, ruang tamu dan lain-lain, untuk bagian ketiga merupakan bagian belakang yang digunakan untuk dapur, tempat tidur gadis ataupun lansia.

Arsitektur dari rumah adat suku Bugis sendiri banyak dipengaruhi agama islam seperti arah yang menghadap ke kiblat dan lukisan-lukisan islami.

Pakaian Adat Suku Bugis

Pakaian Adat Suku Bugis
sumber : sulsel.idntimes.com

Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap manusia, begitu juga dengan suku Bugis. Suku Bugis memberi nama pakaian adatnya dengan baju bodo atau pendek.

pada awalnya pakaian ini dibuat tanpa lengan dan dalaman, namun dengan datangnya agama islam pakaian tersebut dibuat lebih menutupi aurat seperti ajaran islam.

Baca juga mengenai Suku Asmat Papua

Baju bodo biasanya disatukan dengan dalamannya yang mempunyai warna sama tetapi lebih terang. Untuk bagian bawahnya sendiri berupa sarung dari bahan sutera yang mempunyai warna senada dengan atasan.

Pernikahan Suku Bugis

Pernikahan Dalam Suku Bugis
sumber : today.line.me

Pernikahan merupakan suatu hal yang penting bagi manusia, laki-laki dan perempuan akan terikat dalam janji suci untuk membangun keluarga yang bahagia.

Begitu juga menurut suku Bugis, bagi mereka pernikahan merupakan suatu hal yang sangat penting oleh karena itu terdapat beberapa faktor sehingga pernikahan tersebut dapat dikatakan ideal bagi laki-laki dan perempuan

Pembagian Perkawinan Suku Bugis

Secara umum sebelum menikah manusia pada umumnya memang akan memperhatikan banyak faktor, seperti suku Jawa yang memperhatikan bobot, bibit dan bebet calon pasangan sebelum memutuskan ke jenjang yang lebih serius.

Suku Bugis juga memperhatikan hal tersebut, berikut beberapa faktor pernikahan ideal dalam suku Bugis:

Assialang Marola

Assialang Marol merupakan bentuk pernikahan yang paling ideal bagi masyarakat suku Bugis. Dalam bahasa Makassar disebut dengan Passialeng baji’na.

Pernikahan ini akan dilakukan antara orang yang masih mempunyai hubungan darah seperti saudara sepupu sederajat entah itu dari pihak bapak ataupun ibu.

Assialana Memang

Assialana Memang mempunyai bentuk yang hampir sama dengan Assialang Marola yaitu pernikahan antara saudara sepupu baik dari keluarga ayah maupun ibu.

Yang membedakan dengan sebelumnya yaitu tingkatannya, pada bagian ini saudara sepupu derajat kedua.

Ripanddepe’ Mabelae

Pernikahan ini dilakukan oleh masyarakat suku Bugis yang masih mempunyai hubungan keluarga jauh seperti saudara sepupu sederajat ketiga baik dari keluarga ayah maupun ibu.

Pernikahan ini diharapkan dapat mengeratkan kembali hubungan keluarga yang jauh.

Meskipun ada beberapa konsep ideal menurut suku Bugis, namun tidak ada suatu kewajiban masyarakat Bugis untuk melakukannya. Semua kembali kepada laki-laki dan perempuan yang hendak menikah.

Kesenian Suku Bugis

Kesenian Suku Bugis
sumber : satukalimat.com

Semua daerah di Indonesia tentunya mempunyai kesenian yang berbeda-beda, begitu juga dengan suku Bugis. Berikut beberapa penjelasan kesenian milik suku Bugis:

Seni Tari Suku Bugis

Suku Bugis mempunyai beberapa seni tari yang terkenal dan kerap dibawakan dalam beberapa acara seperti:

Tari pakarena

Tarian ini merupakan tarian yang dibawakan dikalangan istana kerajaan

Tari Paduppa Bosara

Tarian ini digunakan sebagai tari penyambutan tamu

Tari Ma’badong

Tarian ini digunakan oleh masyarakat dalam upacara kematian.

Tarian Mabissu

Tarian ini merupakan jenis tarian atraksi layaknya kesenian debus di Banten

Alat Musik Suku Bugis

Agar tarian lebih semarak maka harus ada musiknya, dalam suku Bugis juga terdapat alat-alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian agar lebih menarik, berikut alat-alat musik tradisional suku Bugis:

Gandrang Bulo

Gandrang Bulo merupakan satu kesatuan yaitu alat musik berbentuk gendang yang terbuat dari bambu

Kecapi

Alat musik ini merupakan alat musik petik, digunakan sebagai melodi dalam musik tradisional.

Gendang

Alat musik ini tentunya sudah tidak asing lagi, mempunyai bentuk bulat yang memberikan ketukan khas

Suling

Alat musik ini merupakan jenis alat musik tiup, apabila ditiup akan menghasilkan suara yang khas dan sangat indah.

Demikian penjelasan kita saat ini mengenai suku Bugis, semoga artikel ini dapat memberikan rasa cinta kasih terhadap saudara-saudara kita.

Dan seperti biasa terimakasih sudah singgah.

Suku Bugis

Tinggalkan komentar