Suku Anak Dalam

Suku Anak Dalam – Halo semua, Keragaman suku yang ada negara kita memang sangat menarik, untuk kita bahas lebih mendalam.

Pada kesempatan kali ini neprona.com akan membahas mengenai suku Anak Dalam. Bagi kita yang hidup biasa hidup dengan gaya hidup modern tentunya akan sedikit “wah” dengan suku ini.

Suku Anak Dalam merupakan suku yang tinggal di kedalaman hutan belantara pulau Sumatera. Mereka konon masih hidup dengan cara primitif.

Ada banyak sekali fakta-fakta menarik dan misterius mengenai suku ini, penasaran berikut penjelasan mengenai suku Anak Dalam.

Suku Anak Dalam

Suku Anak Dalam
boombastis.com

Suku Anak Dalam atau dikenal dengan nama suku Kubu, Orang rimba atau Orang Ulu merupakan salah satu suku terasing yang hidup di pedalaman pulau Sumatera.

Suku Anak Dalam berasal dari Jambi, Mereka mendiami daerah di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan dengan populasi sekitar 200 ribu jiwa.

Masyarakat suku Anak Dalam mempunyai ciri fisik seperti orang indonesia pada umumnya dengan tinggi badan 155 cm hingga 170 cm, kepala lonjong, mata agak sipit dan berwarna hitam dan mata seperti telur bujur.

Mereka merupakan suku bangsa yang hidup dengan cara berpindah-pindah atau nomaden.

Asal Suku Anak Dalam

Asal Suku Anak Dalam
youtube.com

Dari berbagai penelitian yang sudah dilakukan oleh para ahli, asal usul suku Anak Dalam atau sejarah suku Anak Dalam masih belum begitu jelas, terutama faktor mengapa suku ini terisolasi dari dunia luar dan hidup primitif.

Berdasarkan dari tulisan di BMT pada tahun 1988, suku Anak Dalam berasal dari masyarakat kerajaan Jambi pada zaman dahulu. Mereka merupakan prajurit yang diperintahkan untuk memerangi kerajaan Tanjung Jabung.

Dalam tulisan tersebut dikatakan bahwa Raja Pagar Ruyung mengirim para pasukan yang telah bersedia untuk melawan setiap kerajaan yang menentang pemerintahan kerajaan Jambi. Bahkan para prajurit telah berjanji untuk tidak meninggalkan misi atau kembali sebelum tugas mereka berhasil.

Tetapi, ditengah perjalanan menuju kerajaan musuh para prajurit kehabisan bekal makanan dan terjebak di tengah hutan yang sangat luas.

Karena tidak memungkinkan untuk berperang dengan keadaan lapar, dan terlanjur bersumpah untuk tidak kembali sebelum misi selesai maka akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal di daerah tersebut.

Para prajurit tersebut juga memutuskan untuk menyepi dari dunia luar dan membangun kehidupannya di dalam hutan, berlangsungnya waktu, mereka pun membentuk kebudayaan sendiri dan akhirnya dikenal dengan nama suku Anak Dalam.

Kepercayaan Suku Anak Dalam

Kepercayaan Suku Anak Dalam
travel.detik.com

Ada 5 agama yang diakui secara resmi di Indonesia, meskipun demikian suku Anak Dalam tidak mempunyai kepercayaan seperti layaknya masyarakat yang ada di Indonesia.

Mereka masih percaya pada hal-hal yang mereka anggap mempunyai kekuatan ataupun kehebatan, mereka pun meyakini bahwa elemen seperti air, tanah, api dan udara lah yang mempunyai kekuasaan.

Kepercayaan mereka mengenai kematian juga sedikit unik, masyarakat suku Anak Dalam percaya bahwa setiap orang yang sudah meninggal akan langsung ke surga. Roh-roh tersebut akan kembali ke tempat dimana mereka berasal yaitu di sisi Raja Nyawa.

Oleh sebab itu, terdapat beberapa tradisi sebagai penghormatan kepada orang-orang yang sudah meninggal, dengan melaksanakan tradisi tersebut roh dari orang yang sudah meninggal akan langsung kembali ke surga dan tidak mengganggu kehidupan orang yang masih hidup.

Sosial Budaya Suku Anak Dalam

Sosial Budaya Suku Anak Dalam
liputan6.com

Suku ini biasa juga disebut dengan “Orang Rimba” yang mempunyai makna orang yang tinggal di dalam hutan belantara, mereka merupakan suku dari Jambi yang paling terbelakang.

Sebagian besar masyarakat suku Anak Dalam tinggal di wilayah taman 12 dan taman nasional Bukit 30 yang ada di kabupaten Tebo, Bungo, Batanghari, dan Sarolangun.

Dalam kehidupan sehari-harinya mereka masih hidup dengan sangat sederhana, mereka bertahan hidup dengan bahan makanan yang terdapat di dalam hutan.

Mereka biasanya berburu hewan atau mencari buah dan tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan makanannya.

Dalam kehidupan di dalam hutan, masyarakat suku Anak Dalam terbagi menjadi beberapa kelompok kecil yang dimana setiap kelompok akan dipimpin oleh seorang pemimpin yang biasa disebut dengan Tumenggung.

Mereka akan berburu berdasarkan kawasan yang telah ditetapkan bagi semua kelompok.

Untuk memenuhi kebutuhan sandang atau pakaian, suku Anak Dalam laki-laki akan mengenakan cawat, sedangkan kaum perempuan akan mengenakan bawahan dan bagian dada akan ditutupi dengan kain.

Menurut beberapa cerita, suku Anak Dalam mempunyai kekuatan supranatural yang sangat hebat. Bahkan ada sebuah mitos yang mengatakan apabila seorang dari luar meludah di depan suku Anak Dalam, dan suku Anak Dalam melihatnya maka orang tersebut akan gila.

Aturan Hidup Suku Anak Dalam

Aturan Hidup Suku Anak Dalam
kumparan.com

Setiap suku tentunya mempunyai beragam aturan dalam menjalani kehidupan sehari-harinya begitu juga dengan suku Anak Dalam.

Aturan-aturan yang ada wajib untuk dipatuhi oleh masyarakat Anak Dalam. Berikut 4 aturan hidup yang ada dalam kehidupan masyarakat Anak Dalam:

Pantang Dunia Terang

Bagi masyarakat Anak Dalam, kehidupan di luar hutan disebut dengan “dunia terang”. mereka juga menyebut orang-orang yang tinggal di luar hutan dengan sebutan masyarakat terang.

Terdapat sebuah aturan untuk dapat berinteraksi dengan kehidupan luar, aturan tersebut telah diatur secara sistematis berdasarkan dengan tatanan adat.

Sebagian dari mereka juga mempunyai anggapan bahwa masyarakat terang merupakan bangsa kanibal atau pemakan manusia. Oleh sebab itu, masyarakat suku Anak Dalam sangat berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang luar.

Melangun

Tradisi atau kebiasaan dari suku Anak Dalam berikutnya yaitu Melangun. Seperti yang kita tahu bahwa suku Anak Dalam merupakan suku yang hidup secara nomaden atau berpindah-pindah.

Terlebih apabila salah satu anggota keluarga mereka meninggal dunia, maka mereka akan mencari tempat tinggal baru untuk menghilangkan kesedihan karena telah ditinggalkan, tradisi Suku Anak Dalam tersebut dikenal dengan tradisi Melangun.

Mereka akan tetap melakukan tradisi tersebut hingga ingatan atau kesedihan karena telah ditinggal orang tersayang sudah menghilang.

Baca juga mengenai Suku Asmat di Papua

Larangan Berduaan

Terdapat aturan keras mengenai kehidupan sosial antara laki-laki dan perempuan, seperti hukum yang ada di agama Islam dimana tidak diperbolehkan lawan jenis yang belum mempunyai hubungan halal berduaan.

Begitu juga dengan suku Anak Dalam, bahkan terdapat hukuman bagi orang yang melanggar yakni akan dihukum dengan cambuk rotan, bagi mereka hal tersebut merupakan hal yang memalukan bagi keluarga.

Aturan tersebut juga berlaku untuk orang asing yang datang ke wilayah suku Anak Dalam, jika ada laki-laki yang datang maka mereka akan ditemani oleh laki-laki dari suku Anak Dalam.

Mandi

Karena seperti yang kita tahu bahwa suku Anak Dalam yang hidup bersama dengan alam, maka mereka pun akan hidup dengan cara sederhana.

Mereka akan tidur dengan merebahkan badan langsung ke tahan, meskipun beberapa kelompok ada yang membangun tenda untuk melindungi diri mereka. Untuk mandi mereka juga memanfaatkan sungai yang ada di hutan untuk kebutuhan MCK.

Mereka mandi tidak membutuhkan sabun ataupun peralatan mandi lainnya. Untuk membersihkan dirinya mereka akan menceburkan diri ke dalam sungai hingga merasa bersih.

Penutup

Suku Anak Dalam merupakan bentuk dari keberagaman yang ada di Indonesia. Meskipun dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam tradisi berbeda tetapi kita tetap setanah air.

Dan yang pasti suku Anak Dalam merupakan bagian dari Indonesia, dan sepantasnya mereka juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

Demikian penjelasan dari suku Anak Dalam, semoga artikel ini dapat membuka pemikiran kita terhadap suku-suku lain yang ada di Indonesia. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada temanmu.

Dan seperti biasa, terimakasih sudah singgah.

Tinggalkan komentar