√10 Senjata Tradisional Yogyakarta Yang Paling Populer

Senjata Tradisional Yogyakarta – Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang berada di perbatasan antara provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Nilai-nilai budaya di Yogyakarta masihlah kental, masyarakat disana juga terkenal ramah dan halus. Daerah ini juga mempunyai keraton yang dipimpin oleh sultan. Dan termasuk dalam Daerah Istimewa.

Nah pada kali ini neprona.com akan membahas mengenai salah satu benda pusaka yang ada di daerah tersebut. Penasaran ?

Mari langsung saja kita simak dengan seksama, selamat membaca !

Nama Senjata Tradisional Yogyakarta

Senjata yang berasal dari daerah Yogyakarta sangatlah beragam, namun pada kesempatan kali ini akan kita bahas mengenai senjata-senjata berikut yaitu Keris, Patrem, Wedhung, Cangkol, Tulup , Plintheng, Condoroso, Tombak, Badhil dan Canggah.

Berikut penjelasannya !!!

Senjata Tradisional Yogyakarta – Keris

Senjata Tradisional Yogyakarta - Keris

Senjata tradisional Yogyakarta yang pertama kita bahas pada kesempatan kali ini ialah keris. Keris merupakan senjata tradisional yang hampir di seluruh wilayah di Indonesia ada.

Benda pusaka berupa keris yang ada di Keraton Yogyakarta mempunyai kedudukan penting dan fungsi tersendiri, berikut beberapa jenisnya:

Keris Kyai Ageng Kopek

Keris Kanjeng Kyai Ageng Kopek adalah keris yang digunakan dan dibawah oleh sultan keraton Yogyakarta.

Keris tersebut merupakan lambang dari pemimpin duniawi dan juga rohani. Menurut sejarah, keris tersebut dibuat pada masa kerajaan Demak dan pernah di pegang oleh salah satu wali songo yaitu sunan Kalijaga.

Keris Kanjeng Kyai Joko Piturun

Keris lainnya yaitu keris Kanjeng Kyai Joko Piturun, keris tersebut juga mempunyai kedudukan penting dan hanya boleh digunakan oleh putra mahkota.

Keris Kanjeng Kyai Toyatinaban

Keris ini adalah keris yang digunakan oleh putra tertua dari sultan atau disebut juga dengan Gusti Pangeran Harya Hangabehi.

Keris Kanjeng Kyai Purboniat

Keris jenis ini merupakan keris yang dikenakan patih dari keraton Yogyakarta atau biasa disebut dengan patih Danureja.

Senjata adat Yogyakarta  – Tombak

Senjata adat Yogyakarta  - Tombak
sumber : gpswisataindonesia.wordpress.com
Selain keris, senjata yang ada di keraton Yogyakarta yaitu tombak. Tombak yang ada juga mempunyai variasi mata tombak yang bermacam-macam seperti cabang tiga seperti trisula, seperti kudi, seperti cakra dan bentuk biasa pada umumnya.

Diantara tombak-tombak yang ada di keraton Yogyakarta ada yang paling istimewa yaitu tombak Kanjeng Kyai Ageng Plered.

Tombak kagungan dalem ini merupakan tombak yang sudah ada sejak keraton atau kerajaan Mataram Islam pada masa pemerintahan Panembahan Senopati

Jenis Tombak Yogyakarta

Berikut beberapa jenis tombak yang dikenal di keraton Yogyakarta yaitu

  • Tumbak

Tombak ini merupakan senjata yang panjangnya mencapai 200 cm. Mata tombak ini sendiri terbuat dari logam seperti besi atau baja yang ditajamkan.

  • Tumbak Larakan

Jenis tombak Yogyakarta ini mempunyai panjang sekitar 250 cm atau 300 cm, untuk membawanya sendiri dengan dilarak.

  • Talemapak

Tombak Yogyakarta yang satu ini mempunyai panjang sekitar 150 cm

  • Trisula

Jenis tombak Yogyakarta yang satu ini mempunyai 3 mata tombak.

  • Canggah

Tombak Yogyakarta yang satu ini mempunyai panjang sekitar 300 cm dengan 2 mata tombak lengkung yang tajam

  • Lawung

Jenis tombak dari Yogyakarta ini mempunyai mata tombak yang tumpul, hal in karena tombak ini digunakan sebagai properti latihan perang.

Senjata adat Yogyakarta – Patrem

Senjata adat Yogyakarta - Patrem
sumber : pusakakeris.com
Senjata tradisional Yogyakarta yang selanjutnya dikenal dengan nama Patrem, senjata ini mempunyai bentuk seperti keris tetapi dengan bilah yang lebih kecil dan bisa terkadang bilahnya lurus.

Senjata Yogyakarta ini dapat dikenali dengan mudah karena ukurannya yang sepanjang jari tangan, cara mengukurnya yaitu dengan menjengkalnya atau merentangkan jari dari ujung ibu jari hingga jari kelingking.

Untuk ukurannya sendiri kurang lebih sekitar 20 cm, meskipun ukurannya yang pendek tetapi fungsi senjata tradisional Yogyakarta ini sama dengan keris panjang yaitu untuk menyerang musuh dalam pertempuran jarak dekat.

Senjata Adat Yogyakarta – Wedhung

Senjata Adat Yogyakarta - Wedhung
sumber : gpswisataindonesia.wordpress.com

Senjata daerah Yogyakarta yang selanjutnya yaitu Wedhung, senjata ini mempunyai bentuk seperti pisau pada umumnya tetapi mempunyai bilah yang lebih besar.

Untuk pemakaiannya sendiri senjata adat Yogyakarta ini mirip dengan keris. Namun untuk membawanya berbeda dengan keris.

Jika keris dibawa dengan cara menyelipkannya di belakang pinggang, wedhung akan dibawa dengan cara menyelipkannya di samping badan.

Menurut tradisi yang ada di keraton Yogyakarta senjata ini hanya digunakan oleh abdi dalem atau aparat yang mempunyai pangkat lurah ke atas.

Condroso Yogyakarta

Condroso Yogyakarta
sumber : sarapanmatahari.wordpress.com

Senjata tradisional Yogyakarta yang selanjutnya yaitu Condroso, senjata ini mempunyai bentuk seperti tusuk konde yang biasa digunakan oleh perempuan jawa khususnya para sinden.

Senjata ini mempunyai ukuran yang kecil, meskipun demikian senjata ini sangatlah mematikan. Karena senjata ini juga bisa diselipkan di antara konde.

Senjata merupakan jenis senjata tikam, dan biasa digunakan untuk menyerang saat lawan dalam keadaan lengah.

Karan identik dengan konde, senjata ini biasa digunakan oleh para perempuan yang bertugas sebagai telik sandi atau mata-mata.

Mereka akan menyelipkan senjata ini di sanggul layaknya seperti konde dan akan menggunakannya untuk membunuh lawan saat dia lengah.

Canggah Yogyakarta

Canggah Yogyakarta
sumber : sarapanmatahari.wordpress.com

Canggah Yogyakarta merupakan senjata adat Yogyakarta yang mempunyai bentuk seperti tombak, perbedaannya dengan tombak biasa adalah mata tombak ini.

Senjata ini merupakan jenis dwisula atau mempunyai dua mata tombak. Cara penggunaannya jug sama dengan tombak pada umumnya yaitu dengan menusuk lawan.

Tetapi tombak ini juga biasa digunakan dengan mengarahkan sela tombak mengarah ke leher musuh yang berguna untuk menjepit leher musuh tanpa melukai nya.

Cangkol Yogyakarta

Cangkol Yogyakarta
sumber : gpswisataindonesia.wordpress.com

Senjata adat Yogyakarta yang berikutnya yaitu Cangkol, senjata ini mempunyai hampir sama dengan tombak dan Canggah namun perbedaanya yaitu bentuk dari mata tombak ini menyerupai kudhi trancang.

Senjata ini pada zaman dahulu digunakan untuk menangkap pencuri, perampok ataupun penjahat lainnya.

Fungsi dari senjata ini hampir sama dengan Canggah namun ada fungsi lain yaitu dapat mengait leher musuh.

Baca juga mengenai senjata tradisional Jakarta

Bandhil Yogyakarta

Bandhil Yogyakarta
sumber : sarapanmatahari.wordpress.com

Senjata tradisional Yogyakarta yang selanjutnya yaitu Bandhil, senjata ini merupakan senjata yang digunakan untuk serangan jarak jauh.

Bandhil sendiri yaitu pelempar batu, bandhil terbagi menjadi tiga jenis yaitu Bandhil Brubuh, Bandhil Jauh dan Bandhil Lepas. Berikut penjelasan ketiga nya:

Bandhil Brubuh

Bandhil ini mempunyai jarak serangan yang tidak terlalu jauh, untuk tali dan peluru bandhil ini terubat dari besi.

Bandhil Jauh

Bandhil jenis ini mempunyai fungsi sama dengan dengan bandhil sebelumnya, tetapi untuk talinya menggunakan anyaman dari serat yang uler sedangkan pelurunya tetap besi.

Bandhil Lepas

Bandhil jenis ini menggunakan tali dari tampar dan peluru dari batu, untuk penggunaanya sendiri biasa digunakan dalam pertempuran jarak jauh.

Tulup Yogyakarta

Tulup Yogyakarta
sumber : sejarah-negara.com

Senjata adat Yogyakarta yang berikutnya yaitu tulup atau Tulup , senjata ini terbuat dari bambu kecil yang agak panjang. Untuk penggunaannya sendiri ditipu seperti sumpit.

Berbeda dengan sumpit senjata ini menggunakan buah kecil atau tanah liat sebagai pelurunya.

Plintheng Yogyakarta

Plintheng Yogyakarta

Plintheng merupakan senjata tradisional Yogyakarta yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk berburu hewan kecil seperti burung.

Senjata ini terbuat dari kayu untuk gagangnya dan penthil atau sejenis karet untuk talinya.

Senjata ini juga dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan sebutan ketapel. Dengan peluru utama yaitu batu.

Itulah penjelasan mengenai senjata-senjata tradisional yang ada di provinsi Yogyakarta, semoga saja kita dapat menjaga kebudayaan daerah yang ada di negara kita.

Jangan lupa untuk share artikel ini sebagai bentuk apresiasi agar penulis dapat terus semangat dalam menulis kebudayaan Indonesia.

Dan seperti biasa, terimakasih sudah singgah

Tinggalkan komentar