Senjata Tradisional Kalimantan Barat

Senjata Tradisional Kalimantan Barat – Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang tepatnya berada di pulau Kalimantan.

Kalimantan Barat sendiri beribukota di kota Pontianak, provinsi ini terdiri dari berbagai suku bangsa seperti suku Dayak, suku Banjar, suku Jawa, suku Melayu, suku Tionghoa dan suku lainnya. Kehidupan di sana juga rukun dan damai meskipun berbeda-beda.

Dengan latar belakang budaya yang beragam, maka tak ayal jika provinsi Kalimantan Barat mempunyai beragam kebudayaan salah satunya yaitu benda pusaka atau senjata tradisional.

Oleh karena itu pada artikel kali ini neprona.com akan membahas mengenai senjata tradisional Kalimantan Barat beserta penjelasannya.

Senjata-senjata yang terangkum merupakan senjata warisan budaya yang digunakan oleh masyarakat Kalimantan Barat untuk melindungi diri dari musuh, untuk kegiatan sehari-hari, sebagai pelengkap upacara adat dan lain sebagainnya.

Mari langsung saja kita simak bersama mengenai penjelasan dari macam-macam senjata tradisional Kalimantan Barat beserta gambarnya:

Senjata Tradisional Sipet

Senjata Tradisional Sipet Kalimantan Barat

Senjata tradisional Kalimantan Barat selanjutnya adalah Sipet, sipet atau biasa disebut dengan sumpit merupakan senjata tradisional Kalimantan Barat jenis senjata tiup.

Senjata ini terbagi menjadi dua bagian, pertama ialah selongsong dan yang kedua adalah anak sumpit yang biasa disebut dengan Damek.

Selongsong sipet biasanya terbuat dari kayu berongga atau bambu dengan kisaran panjang antara 150 cm hingga 250 cm, dan diameter rongga pada bagian tengah yaitu 35 mm hingga 75 mm. Kayu atau bambu yang digunakan sebagai selongsong sipet harus benar-benar lurus.

Penggunaan kayu yang lurus agar tembakan dari sipet dapat benar-benar akurat dan anak sumpit dapat mengenai target.

Untuk damek sendiri terbuat dari kayu ataupun bambu yang tajam dengan ukuran kecil.

Konon para pria dari suku Dayak dapat menembakan anak sipet atau damek hingga mencapai jarak 200 meter.

Masyarakat Dayak biasanya juga akan memberi bisa atau racun dari getah pohon ipuh agar anak sumpit dapat sangat mematikan.

Bahkan, jika racun pada damek tersebut mengenai harimau dewasa, maka kurang dari 10 menit haraimu tersebut akan mati. Memang senjata yang sangat berbahaya.

Senjata ini semakin berbahaya, karena menurut penuturan dari masyarakat dayak racun yang ada pada damek ini belum ada penawarnya.

Masyarakat dayak yang ada di provinsi Kalimantan Barat memang sudah menggunakan senjata tradisional ini dari zaman nenek moyang mereka pada zaman dahulu.

Biasnya senjata tradisional ini digunakan oleh kaum laki-laki Dayak, mereka sangatlah piawai sekali menggunakan senjata yang terlihat sederhana ini.

Menurut sejarah, karena saking mematikannya senjata ini, para tentara penjajah Belanda pada zaman dahulu sangat takut apabila berhadapan dengan senjata ini.

Senjata Tradisional Lonjo

Senjata Tradisional Kalimantan Barat Lonjo

Senjata adat dari Kalimantan Barat selanjutnya adalah Lonjo, senjata ini merupakan senjata tradisional Kalimantan Barat yang berbentuk seperti tombak.

Senjata tradisional lonjo sangatlah runcing pada bagian ujungnya dan kerap dipakai oleh masyarakat sebagai senjata untuk berburu. Hal ini karena senjata tradisional ini sangat mudah untuk membunuh hewan dari jarak dekat.

Agar lebih mematikan, biasanya mata tombak dari sonjo akan diberi racun agar dapat lebih cepat membunuh hewan tersebut.

Senjata daerah Kalimantan Barat ini dilengkapi dengan tangkai berongga yang berfungsi sebagai pengganti sumpit atau sipet dalam keadaan terdesak.

Jadi selain dapat digunakan untuk menombak senjata ini juga bisa digunakan untuk menyumpit hewan buruan.

Senjata Tradisional Dohong

Senjata Tradisional Dohong Dayak
Senjata Tradisional Dohong Dayak

Senjata daerah Kalimantan Barat yang kita baca selanjutnya bernama senjata Dohong, senjata ini merupakan senjata tradisional dari Kalimantan Barat yang mempunyai bentuk seperti senjata tradisional Indonesia yaitu keris.

Perbedaan antara dohong dengan keris sendiri yaitu ukurannya yang lebih besar dan sangat tajam. Pada bagian gagang atau hulunya biasanya terbuat dari tanduk hewan seperti kerbau atau rusa, sedangkan bagian sarungnya biasanya terbuat dari kayu.

Karena ukurannya yang tidak terlalu panjang, senjata ini memang diciptakan sebagai senjata dalam pertempuran jarak dekat. Dohong merupakan senjata tajam jenis tikam atau tusuk dengan bilah yang simetris.

senjata ini merupakan senjata yang biasa digunakan oleh para raja atau kepala suku di Kalimantan Barat sebagai bentuk senjata pusaka.

Selain itu dohong juga biasa digunakan oleh masyarakat Kalimantan Barat sebagai senjata untuk berburu.

Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa senjata ini merupakan senjata tertua yang ada di pulau kalimantan.

Senjata Tradisional Mandau

Senjata Tradisional Mandau

Tak lengkap rasanya jika membahas mengenai senjata tradisional di kalimantan tanpa memasukan senjata adat yang satu ini yaitu Mandau.

Senjata ini memang senjata nenek moyang dari suku Dayak yang banyak tersebar di pulau kalimantan, sehingga tak heran jika hampir di semua provinsi di kalimantan senjata ini merupakan senjata tradisionalnya.

Senjata ini berbentuk seperti parang yang digunakan sebagai senjata untuk menyerang musuh ataupun senjata pertahanan diri.

Nama asli dari mandau sendiri adalah “Mandau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau”.

Banyak kolektor senjata yang mencari senjata ini sebagai koleksi senjatanya, tak heran jika senjata ini akan dirawat oleh pemiliknya karena dianggap senjata merupakan benda keramat.

Bentuk bilah mandau sendiri biasanya panjang dengan berbagai ukiran dari perak, emas, maupun tembaga, selain itu senjata ini juga dihiasi dengan bulu burung pada bagian gagang mandau.

Senjata ini mempunyai satu mata bilah yang tajam pada bagian bawah dan dilengkapi dengan gagang atau hulu dari tanduk rusa atau kerbau, cula babi ataupun kayu.

Untuk serangka atau sarung nya sendiri biasanya terbuat dari kayu dengan ukiran khas suku Dayak.

Senjata Tradisional Telawang

Senjata Tradisional Telawang

Senjata tradisional Kalimantan Barat yang terakhir kita bahas pada kesempatan kali ini yaitu senjata tradisional Telawang. Senjata ini merupakan senjata pelengkap dari mandau yang telah kita bahas sebelumnya.

Senjata ini bukanlah senjata untuk menyerang, menaikan senjata sebagai pertahanan.

Senjata ini merupakan senjata yang digunakan sebagai senjata pertahanan diri dari serangan lawan, telawang mempunyai ukuran lebar antara 30 hingga 50 cm, sedangkan panjangnya sendiri sekitar 100 cm hingga 150 cm.

Telawang memang mempunyai bentuk seperti perisai dan dilengkapi dengan pegangan di bagian dalamnya untuk memudahkan saat dibawah.

Untuk bagian luar biasanya akan dihiasi dengan ukiran khas Dayak. Ukiran-ukiran yang ada di telawang merupakan daya tarik tersendiri dari senjata tersebut.

Karena bentuknya yang unik dan sangat khas, maka tak jarang dari sebagian wisatawan entah domestik maupun mancanegara membeli senjata ini sebagai kenang-kenangan dari tanah Kalimantan.

Nah itulah penjelasan mengenai macam-macam senjata tradisional yang ada di Kalimantan Barat, semoga artikel ini dapat memberikan ilmu pengetahuan kepada kita semua.

Mengingatkan lagi jangan lupa untuk share artikel ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kebudayaan dan benda pusaka yang ada di Indonesia.

Dan seperti biasa, terimakasih sudah singgah

Tinggalkan komentar