Senjata Tradisional Aceh

Senjata Tradisional Aceh – hai semuanya, apa yang kalian pikirkan mengenai provinsi Indonesia yang berada di ujung Barat Indonesia ?

Salah satu yang paling diingat tentunya tragedi tsunami yang pernah menghantam daerah ini pada akhir 2004.

Tapi, tahukah kamu bahwa, provinsi ini juga menyimpan banyak sekali kebudayaan dan adat istiadat yang sangat menarik untuk kita bahas.

Penasaran ?

Berikut penjelasan neprona.com mengenai senjata tradisional Aceh lengkap dengan gambarnya.

Mari langsung kita simak bersama-sama

Senjata Tradisional Aceh – Rencong

Senjata Tradisional Aceh - Rencong
sumber : tribunnewswiki.com

Tak lengkap rasanya jika membahas senjata tradisional Aceh tanpa memasukkan senjata rencong.

Rencong merupakan senjata tradisional Aceh yang sudah digunakan sejak zaman kesultanan Aceh tepatnya pada masa pemerintahan sultan pertama yakni Sultan Ali Mughayat Syah.

Pada zaman tersebut senjata rencong selalu ada yang dibawa oleh Sultan Aceh, para Ulee Balang, dan masyarakat Aceh. Mereka menggunakannya sebagai senjata untuk mempertahankan diri dari musuh.

Biasanya Rencong yang dibawa akan diselipkan di pinggang.

Rencong yang digunakan oleh para Sultan atau bangsawan biasanya terbuat dari emas sedangkan sarung Rencong terbuat dari gading hewan.

Untuk yang digunakan oleh masyarakat Aceh biasanya terbuat dari besi putih atau Kuningan dan untuk sarungnya terbuat dari tanduk kerbau ataupun kayu.

Senjata Tradisional Aceh – Siwah

Senjata Tradisional Aceh - Siwah
sumber : asyraafahmadi.com

Senjata tradisional Aceh yang selanjutnya dikenal dengan nama Siwah, senjata ini hampir mirip dengan rencong dan biasa digunakan oleh masyarakat untuk menyerang musuh.

Perbedaannya dengan Rencong sendiri adalah ukurannya yang lebih besar dan panjang dari pada rencong.

Senjata ini pada zaman dahulu digunakan sebagai senjata perang kerajaan dan merupakan bagian dari perlengkapan raja atau sultan dan uleebalang.

Pada zaman sekarang, senjata khas Aceh yang satu ini agak sulit untuk ditemukan. hal tersebut karena semakin langka sehingga membuat harganya semakin mahal.

Untuk Siwah yang dipakai oleh para raja biasanya pada bagian gagang dan sarungnya biasanya dihiasi dengan emas dan permata. Fungsi nya sendiri sebagai hiasan atau aksesoris raja pada zaman tersebut.

Senjata Tradisional Aceh – Meucugek

Senjata Tradisional Aceh - Meucugek
sumber : kerisku.id

Meucugek atau disebut juga dengan Cugek adalah salah satu senjata adat Aceh pada zaman dahulu.

Kata Cugek sendiri berarti perekat.

hal tersebut karena pada gagangnya mempunyai perekat, hal tersebut berfungsi untuk memudahkan pemakainya saat menikam musuh ataupun lawan.

Bentuk dari senjata adat Aceh Ini juga masih mirip dengan golongan jenis rencong.

Senjata Daerah Aceh – Meupucok

Senjata Daerah Aceh - Meupucok 
sumber : busy.org

Senjata tradisional Aceh selanjutnya adalah Meupucok, Senjata ini lebih banyak digunakan sebagai hiasan.

Sesuai dengan namanya senjata ini mempunyai pucuk yang terbuat dari logam emas, pada bagian gagangnya juga terdapat beberapa ukiran emas

Senjata Tradisional Aceh – Pudoi

Senjata Tradisional Aceh - Pudoi
sumber : kerisku.id

Pudoi merupakan senjata khas Aceh yang mirip dengan renggong tetapi mempunyai gagang yang lebih pendek dan lurus. sehingga terlihat seperti Rencong yang belum jadi atau masih dalam proses.

Kata Pudoi sendiri mempunyai makna dalam bahasa Aceh yaitu sesuatu yang yang belum sempurna atau belum selesai pembuatannya.

Senjata Tradisional Aceh – Rencong Meukuree

Senjata Tradisional Aceh - Rencong Meukuree
sumber : kerisku.id

Senjata adat Aceh selanjutnya disebut dengan nama Rencong Meukuree.

senjata tersebut memiliki hiasan pada bagian matanya, hiasannya seperti bentuk ular, lipan, bunga, dan lain sebagainya.

Senjata ini biasa digunakan untuk berperang atau pertahanan diri, sama dengan senjata Aceh lainnya.

Senjata Adat Aceh – Peudeung

Senjata Adat Aceh - Peudeung
sumber : kerisku.id

Senjata daerah Aceh selanjutnya yaitu Peudeung disebut pedang Aceh. senjata tipe ini juga digunakan sebagai perlengkapan perang.

Jika biasanya masyarakat Aceh menggunakan rencong di tangan kiri sebagai senjata untuk menusuk, maka Peudeung digunakan pada tangan sebelah kanan sebagai alat untuk menebas tubuh lawan.

Senjata khas Aceh ini sendiri terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan dengan bentuk gagangnya, berikut penjelasannya:

Peudeung Tumpang Jingki

Pedang tradisional Aceh yang satu ini mempunyai gagang berbentuk seperti mulut terbuka.

Peudeung Ulee Meu-Apet

Pedang khas Aceh ini mempunyai gagang yang terdapat obat penahan agar tidak mudah lepas.

Peudeung Ulee Tapak Kuda

Senjata ini mempunyai gagang seperti telapak kaki kuda.

Senjata ini juga terbagi menjadi beberapa golongan berdasarkan daerah asalnya, yaitu:

  • Peudeung dari Abbesinia dikenal dengan Peudeung Habsyah
  • Peudeung dari raja-raja Turki Dikenal dengan Peudeung Turki
  • Peudeung dari Eropa Barat dikenal dengan Peudeung Portugis

Meriam Sri Rambai’ Iskandar Muda

Meriam Sri Rambai’ Iskandar Muda
sumber : baranom.wordpress.com

Senjata dari Aceh yang terakhir kita bahas adalah Meriam Sri Rambai Iskandar Muda.

sesuai dengan namanya, senjata ini berasal dari masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, saat ini meriam tersebut diletakkan di Fort Cornwallis, Penang, Malaysia menghadap ke arah Laut.

Pada Zaman dahulu senjata ini digunakan oleh masyarakat Aceh untuk melawan para penjajah.

Pada zaman sekarang, senjata berbentuk seperti meriam biasanya digunakan sebagai permainan dan banyak bermunculan saat bulan puasa.

Itulah penjelasan mengenai senjata tradisional Aceh yang sangat sayang untuk kita lewatkan, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Jangan lupa untuk share artikel ini agar dapat membuat banyak orang tahu mengenai bangsanya.

Dan seperti biasa, terimakasih sudah singgah.

Tinggalkan komentar