Contoh Majas Metafora

Contoh Majas Metafora – halo hai sobat semua. Dalam kehidupan sehari-hari kamu pernah gak mendengar kalimat seperti ini “tikus berdasi hanya bisa membuat negara ini semakin terpuruk” atau “jangan suka mencari kambing hitam atas suatu masalahmu”

Yups, kata diatas merupakan salah satu kata yang mengandung majas. Dari kalian mungkin sudah tahu apa itu majas. Majas adalah gaya bahasa, majas sendiri mempunyai beberapa jenis. Kalimat diatas merupakan majas metafora

Dan bertepatan dengan ini kita akan membahas tentang majas metafora, mulai dari pengertian, ciri-ciri dan juga contohnya dalam beberapa kalimat entah itu dalam percakapan sehari-hari maupun dalam bentuk karya sastra seperti novel, cerpen dan juga puisi

Dibawah ini merupakan ulasan dari majas metafora

Pengertian majas metafora

pengertian-majas-metafora - neprona

Apa itu majas metafora ? majas metafora merupakan majas yang termasuk kedalam golongan majas perbandingan. Majas metafora adalah majas yang menggambarkan sesuatu dan membandingkannya secara langsung, berupa dasar sifat yang sama atau mirip, dalam kata lain perbandingan analogis

Sedangkan pengertian lainya ialah penggunaan kata atau kelompok kata yang bukan makna sebenarnya melainkan sebagai kiasan karena mempunyai sifat yang hampir sama, berdasarkan dengan persamaan maupun perbandingan

Bingung ? secara mudahnya seperti kata “jago merah” dalam sebuah kalimat “si jago merah telah membakar semua yang ada”. Kata “jago merah” itulah yang dimaksud dengan majas metafora. “jago merah” sendiri mempunyai arti “tapi” bukan ayam jago berwarna merah

Ciri-ciri majas metafora

ciri-ciri-majas-metafora - neprona

Ciri ciri dari majas metafora yaitu kata-kata perbandingannya menggunakan kata kiasan yang menyamakan sesuatu dengan yang lainya. Perbandinganya juga menggunakan perbandingan secara langsung, hal ini dapat dilihat dari tidak adanya kata seperti, andai, bak, laksana, bagaikan dan seperti

Jadi cara mengetahui majas metafora dengan mudah adalah tidak adanya kata perbandingan dalam kalimatnya, dibawah ini merupakan contoh majas metafora dan bukan majas metafora

Majas metafora = “ibuku sangat bangga padaku, karena dari dulu aku menjadi bintang kelas”

Bukan majas metafora = “wajahmu bagaikan embun pagi, selalu membawa kesejukan dalam hatiku”

Jenis-jenis majas metafora

jenis-jenis-majas-metafora - neprona

Semua para ahli bahasa atau pakar linguistik setuju bahwa majas metafora merupakan ratu dari semua majas, hal ini karena majas-majas lain pembentukan awalnya berasal dari majas metafora ini.

Ditinjau dari segi pembentukannya, menurut pakar bahasa Orecchioni majas metafora dibagi menjadi 2 yaitu :

Majas metafora in praesetia

Majas ini merupakan majas yang menyandingkan kata yang membandingkan dengan kata yang hendak dibandingkan secara bersamaan, sehingga makna eksplisit atau gamblang/jelas. Dengan kata lain jika ada seseorang yang mengucapkan kata tersebut maka orang yang mendengar akan mudah paham

Contoh : “andi merupakan bintang kelas sejak kelas satu”

Dalam kalimat tersebut kita tahu bahwa andi sejak kelas satu sudah menjadi murid yang paling pintar di kelasnya

Majas metafora in Absentia

Jenis majas yang kedua ini merupakan lawan dari jenis majas diatas. Dalam kata lain majas metafora in absentia ini mengungkapkan secara implisit atau bermakna tersirat.

Perbandingan majas ini tidak langsung merujuk kepada objek yang sedang dibicarakan, hal tersebut seringkali membuat orang yang mendengarkan bingung terhadap maksud dari pembicaraan

Contoh : “para guru dibuat kagum akan kecantikan bintang kelas tersebut”

Contoh majas metafora dalam puisi

contoh-majas-metafora-dalam-puisi - neprona

Jika dilihat dari puisi diatas maka majas metafora terletak di kata “keras kepala”. Kata “keras kepala” merupakan kiasan dari tidak mau menurut, egois, mau menang sendiri dan tidak mau mengalah. Sehingga dapat kita ambil kesimpulan bahwa sosokmu” dalam puisi diatas mempunyai sifat yang egois

Contoh majas metafora

contoh-majas-metafora - neprona

Dibawah ini merupakan beberapa contoh dari majas metafora, dalam bahasa indonesia yang kerap kita jumpai sehari-hari, entah itu dalam novel atau puisi maupun dalam kehidupan sehari-hari

Raja hutan mengaum dengan lantang di dalam hutan

Majas metafora yang menyamakan kata “raja hutan” dengan “singa”

Aku berharap tikus berdasi dapat segera musnah dari negeri ini

menyamakan kata “tikus berdasi” dengan “koruptor”

Berandalan itu mati kutu saat bertemu dengan polisi

menyamakan kata “mati kutu” dengan “diam/tidak bisa bergerak”

Si jago merah tak bisa dipadamkan sejak 2 jam yang lalu

menyamakan kata “jago merah” dengan “api”

Sejak kematian ayah, ibu menjadi tulang punggung keluarga

menyamakan kata “tulang punggung” dengan “orang yang menafkahi keluarganya”

Betapa senangnya diriku ketika bertemu belahan jiwa tadi malam

menyamakan kata “belahan jiwa” dengan “kekasih”

Anak kutu buku di kelas ku tidak pernah pergi bermain waktu istirahat

menyamakan kata “kutu buku” dengan “seseorang yang suka membaca”

Kedua pasangan tersebut terlihat bahagia ketika buah hatinya dapat berjalan

menyamakan kata “buah hati” dengan “anak kecil atau bayi”

Karena si lintah darat kehidupan keluarga bapak agus semakin memburuk

menyamakan kata “lintah darat” dengan “debt collector”

Bintang kelas itu memang sombong, mungkin dari prestasinya yang membuat sekolah kita semakin terkenal

menyamakan kata “bintang kelas” dengan “siswa tercerdas di kelasnya”

Alula merupakan kembang desa yang membuatku selalu memikirkannya

menyamakan kata “kembang desa” dengan “orang tercantik di desanya”

Andi merupakan anak emas bapak

menyamakan kata “anak emas” dengan “anak kesayangan”

Aku tidak tahu siapa yang harus dikambing hitamkan atas kejadian tersebut

menyamakan kata “kambing hitam” dengan “orang yang disalahkan”

Aku malas berdebat dengan budi yang kepala batu

menyamakan kata “kepala batu” dengan “tidak bisa diberi pengertian”

Aku mencoba berlapang dada saat dia pergi dan mencintai orang lain

menyamakan kata “lapang dada” dengan “ikhlas atau sabar”

Penyanyi itu memang bersuara emas, tak heran jika dia menjadi juara di ajang pencarian bakat

menyamakan kata “raja hutan” dengan “singa”

Anton memang bermuka dua, saat di hadapanku dia berkata baik tetapi saat dibelakangku dia selalu menjelek-jelekan aku

menyamakan kata “bermuka dua” dengan “munafik”

Saat di sekolah, anggi memang suka cari muka kepada bapak ibu guru

menyamakan kata “cari muka” dengan “mencari perhatian agar dipuji / riya’”

Om reydi memang lelaki hidung belang

menyamakan kata “hidung belang” dengan “suka menggoda wanita lain”

Kasihan anak jalanan itu, mereka hidup sebatang kara tanpa ibu bapak

menyamakan kata “sebatang kara” dengan “sendirian”

Karena perilakunya yang buruk, anak itu memang kerap menjadi buah bibir para tetangganya

menyamakan kata “buah bibir” dengan “perbincangan”

Kita harus menghormati jasa pahlawan yang telah gugur dimedan pertempuran

menyamakan kata “gugur” dengan “wafat”

Aku angkat bicara saat rapat kantor kemarin

menyamakan kata “angkat bicara” dengan “berpendapat”

Pada sidang kemarin, kurasa hakim bersikap berat sebelah ke tersangka

menyamakan kata “berat sebelah” dengan “tidak adil”

Sejak sukses, Iyan memang menjadi lupa daratan

menyamakan kata “lupa daratan” dengan “tidak peduli dengan orang sekitar”

Hanya karena kelaparan orang tua itu harus menuju meja hijau karena pencurian

menyamakan kata “meja hijau” dengan “persidangan”

Ray memang kerap unjuk gigi permainan sepak bolanya kepada tini

menyamakan kata “unjuk gigi” dengan “menunjukan kemampuan”

itulah beberapa penjelasan dan beberapa contoh dan artinya mengenai majas metafora.

dan seperti biasa, terimakasih sudah mampir

Contoh Majas Metafora

Tinggalkan komentar