Ciri-Ciri Mengenai Puisi

Ciri-ciri puisi – halo hai sobat semua. Saat sekolah dulu mungkin kita kerap disuruh untuk membuat puisi ya kan. Mungkin kita kerap bingung (karena tidak tahu)sebenarnya seperti apakah puisi yang bagus itu.

Sebenarnya dalam pembuatan puisi sendiri tidak ada aturan khusus, seperti apa puisi itu.puisi merupakan curahan hati atau pemikiran imajinatif seseorang untuk merangkai kata. Sebuah puisi mungkin terasa biasa-biasa saja namun beberapa orang juga ada yang sampai meneteskan air mata karena mendengarkan sebuah puisi

Daripada bingung-bingung dibawah ini merupakan penjelasan tentang pengertian puisi, jenis dan ciri ciri puisi.

Pengertian puisi

pengertian-puisi - neprona

Secara bahasa atau etimologis puisi berasa dari bahasa Yunani yakni “Poesias” yang mempunyai arti membentuk, membangun ataupun menciptakan. Secara istilah sendiri puisi merupakan bentuk karya sastra yang didalamnya mengandung beberapa unsur seperti ritme, irama, diksi (pemilihan kata), lirik dan juga kata kiasan.

Penggunaan kata kiasan dalam setiap bait puisi untuk menambah nilai estetika bahasa dari seorang penyair. Prinsip dasar dari sebuah puisi adalah mengungkapkan dengan kata yang sedikit tetapi dapat menimbulkan arti atau makna yang banyak

Jenis-jenis puisi

jenis-jenis-puisi - neprona

Puisi sendiri mempunyai beberapa jenis. Tetapi, umumnya yang diketahui oleh kebanyakan masyarakat ada dua yaitu puisi kuno atau lama dan puisi baru atau modern. Keduanya mempunyai perbedaan yang sangat signifikan, berikut penjelasannya

Puisi lama

Puisi lama adalah puisi yang masih terikat dengan kaidah atau aturan dalam puisi yaitu jumlah baris dalam setiap bait, rima atau irama dan juga gaya bahasanya (majas) tetap atau klise. Contoh puisi lama adalah pantun, talibun, mantra, seloka, gurindam dan juga karmina

Cara membedakan puisi lama dengan puisi modern cukup mudah. Kamu bisa melihat dari siapa nama pengarangnya. Puisi lama biasanya tidak diketahui nama pengarangnya dan berupa puisi rakyat. Puisi lama lebih banyak berisikan tentang istana anime, fantastis dan disampaikan melalui mulut ke mulut atau sastra lisan

Puisi baru

Berbeda dengan puisi lama, puisi baru tidak terikat oleh aturan apapun entah itu ritme, bait, irama dan juga lainnya. Dalam kata lain puisi baru lebih bebas dibandingkan dengan puisi lama dari segi jumlah bait, jumlah baris, suku kata dan lain sebagainya

Contoh puisi baru seperti romansa, elegi, satire, epigram dan juga lain sebagainya. Nama pengarang juga menjadi ciri dari puisi baru, hal ini karena perkembangan dan penyebarannya yang lebih maju. Majas yang ada didalamnya juga terasa dinamis dan bentuknya lebih rapi

Ciri-ciri puisi

ciri-ciri-puisi - neprona

Dari penjelasan tentang perbedaan antara dua jenis puisi dapat kita ketahui beberapa ciri-ciri dari puisi

Bait

Dalam sebuah puisi tentu saja harus ada sebuah bait. Bait sendiri penulisan yang terdiri dari beberapa baris. Penulisan puisi tidak berbentuk paragraf seperti dalam prosa maupun dialog dalam naskah drama

Diksi

ciri-ciri puisi yang kedua yaitu Diksi. Diksi adalah pemilihan kata. Dalam puisi sendiri pemilihan kata sangat harus diperhatikan. Pemilihan kata yang baik dapat menimbulkan arti yang bermakna luas. Karena seperti yang kita ketahui bahwa puisi adalah curahan hati penyair dalam satu bentuk yang utuh dan menyatu sehingga dapat membawa orang lain kedalam suasana hati penyair

Majas

Setelah memilih kata, puisi juga kerap terdapat majas dalam isinya. Penggunaan majas membuat puisi terdengar lebih indah. Dalam beberapa puisi pemilihan kata atau diksi dominan menggunakan majas

Contoh majas dalam puisi seperti rumput yang bergoyang-goyang itu seakan memanggilku

Rima atau sajak

Dalam puisi lama hal ini terlihat sangat jelas, seperti penggunaan akhiran a-a a-a dan juga a-b a-b. Dengan penggunaan rima atau sajak membuat puisi tidak seperti percakapan sehari-hari

Unsur sebuah puisi

unsur-dalam-puisi - neprona

Layaknya tubuh, puisi juga mempunyai unsur agar dapat menyatu menjadikan karya sastra yang indah. Batang tubuh dari puisi sendiri mengandung beberapa unsur yakni kata, larik, bait, bunyi dan juga makna. Unsur-unsur tersebutlah yang membuat sebuah puisi menyatu hal ini karena satu sama lainnya saling mempengaruhi

Kata

Kata merupakan unsur utama yang ada dalam sebuah puisi. Dengan pemilihan kata yang baik maka puisi akan semakin terdengar sangat indah hal ini karena kata merupakan unsur yang menentukan puisi tersebut menyatu, kata juga yang menentukan agar unsur lain dapat menyatu padu

Baris atau larik

Unsur yang penting selanjutnya dari sebuah puisi adalah baris. Perbedaan puisi lama dan baru juga dapat dilihat dari jumlah kata dalam larik. Puisi lama biasanya mempunyai empat kata dalam satu baris sedangkan dalam puisi baru, kata dalam sebuah baris tidak ada batasan

Kata dalam larik sendiri dapat berupa satu kata saja, bisa berbentuk sebuah frase atau bisa berupa sebuah kalimat yang utuh

Bait

Unsur ini juga tak kalah penting karena dari unsur inilah kata dalam baris akan terdengar harmonis. Bait sendiri adalah kumpulan dari baris atau larik yang harmonis. Dalam puisi lama jumlah bait biasanya hanya terdiri dari empat buah larik

Sedangkan untuk puisi baru, jumlah bait didalamnya tidak dibatasi. Dalam hati ini lah kesatuan makna dari puisi akan menyatu

Bunyi

Unsur selanjutnya adalah bunyi atau suara. Puisi akan terdengar harmonis jika dibacakan dengan benar. Unsur bunyi sendiri dalam pembacaan sebuah puisi terbagi menjadi dua faktor yaitu

Rima atau persajakan yaitu bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata dalam larik dan juga bait. Dalam puisi lama biasanya mempunyai akhiran yang sama seperti a-a a-a dan juga a-b a-b

Ritme atau irama yaitu pada saat pembacaan puisi ada pergantian antara keras dan lembut, tinggi dan rendah serta panjang dan pendek ucapan dari puisi yang dibacakan

Makna

Unsur yang penting terakhir ialah makna. Tujuan penciptaan puisi ialah agar makna dari penyair dapat tersampaikan kepada pendengar. Makna dapat juga disebut dengan isi didalam puisi yang terdapat dari larik atau bait di setiap pemilihan kata

Struktur fisik dari puisi

struktur-fisik-dari-puisi - neprona

Dalam mengungkapkan hakikat puisi, penyair membutuhkan sarana atau metode hal inilah yang disebut dengan struktur fisik puisi. Ada 6 struktur dalam sebuah puisi yaitu

Tipografi

Tipografi sendiri mempunyai arti bentuk puisi yang didalamnya tidak dipenuhi oleh kata-kata, tidak mempunyai pengaturan baris, dan juga pada awal baris puisi tidak terdapat aturan harus menggunakan huruf kapital dan juga akhirnya tidak harus diberi tanda titik

Diksi

Diksi atau lebih dikenal dengan pemilihan kata. Nilai estetika dari sebuah puisi dapat dilihat dari pemilihan kata oleh seorang penyair. Puisi merupakan karya sastra yang sedikit kata-katanya namun padat makna

Imaji

Imaji sendiri ialah unsur yang berhubungan dengan indra yang dimiliki manusia, seperti indra penglihatan, pendengaran dan lain sebagainya. Imaji sendiri dibagi menjadi tiga yaitu imaji suara atau auditif, imaji penglihatan atau visual dan juga imaji sentuh atau taktil

Kata konkret

Kata konkret adalah kata yang ada puisi sehingga dapat menimbulkan imaji. Kata konkret sendiri mempunyai sifat imajinatif. Kata konkret sendiri biasanya berhubungan dengan bahasa kiasan

Gaya bahasa atau majas

Majas ialah penggunaan bahasa yang membuat benda mati seakan-akan hidup dan juga membuat makna konotasi dengan bahasa figuratif. Majas sendiri ada banyak sekali, dalam puisi sendiri sering menggunakan majas seperti metafora, personifikasi, ironi, anafora,retorika dan juga majas lainnya

Irama dan ritme

Irama adalah persamaan bunyi kata pada puisi entah itu di awal, ditengah dan juga di akhir puisi. Sedangkan ritme sendiri adalah bunyi atau suara tinggi rendah, panjang pendek dan juga keras lemahnya bunyi dari sebuah puisi. Irama dan ritme akan terlihat jelas dalam pembacaan puisi

Struktur batin dari sebuah puisi

struktur-batin-dari-puisi - neprona

Struktur batin puisi adalah hakikat dari sebuah puisi. Dibawah ini merupakan unsur batin yang ada dalam pembacaan puisi. Unsur tersebut terbagi menjadi empat yaitu

Tema

Tema merupakan gagasan pokok yang ada didalam puisi. Tema juga yang menjadi garis besar atau landasan isi dari sebuah puisi. Tema merupakan unsur utama dan berkaitan erat dengan makna ataupun amanat yang didapat dari sebuah puisi

Rasa

Selanjutnya ada rasa. Layaknya dengan makanan puisi juga mempunyai rasa. Rasa pada puisi adalah sikap penyair dalam pokok puisinya. Tema dan juga rasa dalam puisi sangat berkaitan dengan latar belakang, kehidupan dan psikologi seorang penyair

Nada

Nada merupakan pembacaan puisi oleh penyair. Nada sendiri dapat berupa nada sombong, nada mendikte, nada menasihati, nada menggurui maupun nada memelas. Semua tergantung dari tema dan juga rasa dari puisi yang diciptakan oleh penyair

Amanat atau tujuan dari puisi

Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh penyair lewat puisinya. Amanat dalam puisi sendiri dapat ditemukan secara langsung. Meskipun demikian para penyair lebih sering mengungkapkan amanat dalam sebuah puisi dalam makna tersirat

itulah penjelasan mengenai ciri-ciri dari puisi, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

dan seperti biasa terimakasih sudah mampir

Tinggalkan komentar